Presiden Turki Erdogan Ancaman Begini Jika Donald Trump Ambil Alih Operasi Israel, Mengerikan!

Langkah itu sebagai tindakan balas terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) menetapkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Presiden Turki Erdogan Ancaman Begini Jika Donald Trump Ambil Alih Operasi Israel, Mengerikan!
Arab News/AP
Recep Tayyip Erdogan 

POSBELITUNG.COM, ISTANBUL - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Minggu (17/12/2017), berniat membuka kedutaan besarnyadi Yerusalem Timur.

Wilayah tersebut diakui sebagai Ibu Kota Palestina oleh pemimpin Islam beberapa hari lalu, demikian dilaporkan agensi berita Xinhua.

"Kami telah mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, tetapi kami belum bisa membuka kedutaan di sana karena wilayah itu kini sedang diduduki," kata Erdogan.

"Insya ALLAH kita akan membuka kedutaan di sana," katanya memetik laporan Hurriyet Daily News.

Rencana menempatkan kedutaan di Yerusalem Timur diumumkan Menteri Luar Turki, Mevlut Cavusoglu, pada Kamis, sehari setelah KTT Luar Biasa OKI di Istanbul.

Dalam KTT tersebut, Yerusalem Timur diakui sebagai Ibu Kota Negara Palestina.

Langkah itu sebagai tindakan balas terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) menetapkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Langkah sepihak yang diambil Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember itu, mencetuskan pertempuran ganas di wilayah Palestina serta bantahan di negara lain.

"Jangan coba untuk ambil alih operasi Zionis (Israel). Jika berbuat demikian, risiko yang perlu ditanggung amatlah berat," imbauan pemimpin Turki itu.

Status Yerusalem menjadi isu utama berkaitan dengan proses perdamaian Israel-Palestina.

Halaman
12
Editor: aladhi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved