Breaking News:

Gigolo Nikmati Kencan Kedua, Lalu Kesal dan Bunuh Mama Muda Karena Ngomong Ini

Karena itu, untuk memenuhi hasrat seksualnya ia meminta dilayani seorang pria bernama Dedi sebagai gigolo.

Editor: Edy Yusmanto
Pos Belitung/Kolase
Terduga gigolo yang menewaskan mama muda 

POSBELITUNG.COM - Hanya karena tak kuat menahan nafsu, wanita cantik ini kehilangan nyawanya. 

Namanya Deli Cinta Sihombing yang ditinggal suaminya melaut. 

Karena itu, untuk memenuhi hasrat seksualnya ia meminta dilayani seorang pria bernama Dedi sebagai gigolo. 

//

Namun sayang, nyawanya melayang. 

Cerita Lengkapnya 

//

Deli Cinta adalah istri seorang pelayar.

Ia berkenalan dengan Dedi Purbianto melalui aplikasi chat

Baca: Mama Muda Main Bareng Gigolo, Padahal Gaji Suami Segini

Kencan pertama mereka dilakukan di sebuah hotel di kawasan Nagoya, Batam.

Sedangkan yang kedua dilakukan di kediaman korban.

"Yang kedua, Deli yang menjemput pelaku untuk dibawa ke rumahnya, Rabu 20 Desember 2017, sekitar pukul 10.00 WIB. Pernyataan pelaku ini singkron dengan keterangan tetangga korban yang mengaku melihat seorang pria di rumah korban," kata seorang penyidik kepada TRIBUNBATAM.id.

Baca: Fakta Lain Gigolo Layani Nafsu Mama Muda Lalu Bunuh Tak Disangka-sangka

Pelaku berada di rumah korban dari siang hingga malam hari. Selain keduanya, di rumah itu juga ada anak korban.

Dedi Purbianto
Dedi Purbianto ()

"Malam harinya, kedua orang ini sempat melakukan hubungan badan sebelum pelaku menghabisi korban dengan cara dicekik menggunakan tangannya," kata penyidik.

Korban dihabisi Kamis pagi sekitar pukul 05.00 WIB pagi.

Setelah memastikan korban tewas, pelaku kemudian membawa kabur mobilnya.

Selain mobil, Pebrianto juga membawa kabur televisi LED dan ponsel milik korban serta sejumlah barang berharga lain dari rumah korban.

"Pelaku mengaku kesal, selama dua kali kencan, korban tak mau membayarnya, sehingga ia nekat menghabisi korban," tambah penyidik lagi. 

Pelaku menghabisi korban karena tidak menepati janjinya. 

Dedi mengakui, sebelum menghabisi nyawa Deli Cinta Sihombing, dirinya masih merokok dan menikmati kopi yang dibuatkan untuknya.

"Kami sampai di rumah itu pukul 01.00WIB, kami masih makan dan minum kopi,"kata Dedi.

Dari rawut wajahnya Dedi terlihat santai dan tidak merasa bersalah bahkan pelaku dengan santai duduk dikursi dengan santai sebelum dibawa ke Polresta Barelang.

Kapolsek Batuaji, Kompol Sujoko mengatakan, dari pengakuannya, tersangka nekat membunuh korban karena sakit hati saat menagih uang jasanya melayani korban.

"Perjanjiannya bayar Rp 1,5 juta, tapi hanya dibayar Rp 200 ribu. Pas ditagih, tersangka mengaku korban memakinya, bahkan sempat usir pelaku. Karena sakit hati, tersangka langsung melakukan pencekikan," kata Kapolsek, Senin (25/12/2017).

Suami Korban Mengaku Sedih

Suami Deli, Alfinus mengaku terpukul dengan kabar kepergian istrinya.

Apalagi, sang istri itu meninggal dengan menjadi korban pembunuhan dalam kondisi mengenaskan.

"Saya tau istri saya itu setia, baik dan sayang sama anak. Dan tak percaya dapat berita itu awalnya," katanya, Selasa (26/12/2017) dengan nada pelan dan sedikit bergetar.

Menurut Alfinus, isterinya tak pernah memperlihatkan glagat aneh kepada dirinya.

Sebab itu, ia tidak yakin bila isterinya serong ataupun berbuat hal-hal aneh.

Meski demikian, Alfius menyerahkan semua permasalahan ini kepada pihak kepolisian dan hukum yang berlaku.

"Saya serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Dan saya serahkan kepada hukum yang berlaku di negara kita," katanya.

Saat ditanyakan, apakah sudah bertemu dengan pelaku. Alfius mengatakan, sudah dan tidak mau lagi melihat wajahnya.

"Sudah, bentar saja saya liat. Liat mukanya saja, saya malas," sebutnya kesal.

Selanjutnya, Alfius akan tinggal untuk sementara waktu tinggal di rumahnya orang tuanya.

Ini Foto-fotonya :

Alfius Symphonia Kawilohi/Facebook
Alfius Symphonia Kawilohi/Facebook ()
Deli dan keluarganya/Facebook
Deli dan keluarganya/Facebook 
Deli Cinta Sihombing
Deli Cinta Sihombing 
Deli Cinta Sihombing
Deli Cinta Sihombing ()
Deli dan keluarganya
Deli dan keluarganya ()

5 Fakta Dedi Purbianto berdasarkan informasi dari kekasihnya Yuni sudah berpacaran selama 5 tahun.

1. Suka masakan sang pacar

Dedi Purbianto ternyata menyukai masakan sang pacar, Yuni, 

Bahkan, pada hari sebelum ditangkap polisi, Dedi menikmati masakan yang dibuat Yuni.

Menurut Yuni, Dedi selalu mengaku merasa makan jika menikmati masakan yang dibuatnya.

"Dia suka masakan saya mas, nggak suka makan beli di luar, kalau saya masak pasti dia bilang ini baru namnya makan, lahap makannya. Apalagi kalau pedas," kata Yuni, yang mengaku masih syok dengan kejadian itu, Minggu (24/12/2017).

2. Sudah punya anak

Dedi Purbianto ternyata sudah memiliki seorang anak, yang kini berusia 2 tahun.

Namun, menurut Yuni, Dedi sudah berpisah dengan istrinya.

Yuni tahu itu karena Dedi pernah menceritakan soal itu kepada dirinya dalam 5 tahun masa pacaran mereka.

"Dia punya istri, cuman sudah cerai mas, saya tahu kok itu. Dia cerita sama saya," katanya.

Dalam keadaan nangis, Yuni juga menceritakan, Dedi anak ke dua dari empat bersaudara.

3. Jarang ngobrol

Dedi ternyata orang tidak banyak ngobrol, dia hanya menyahut jika dipancing buat ngomong.

 Sang kekasih, Yuni mengatakan,  Dedi lebih banyak diam, karena itu ia kaget ketika tahu pacarnya itu terlibat kasus pembunuhan.

"Dia memang orangnya nggak banyak ngobrol mas, kalau dibilang harus dipancing ngomong dulu, baru nyahut," katanya.

4. Ibu Dedi pingsan saat diberitahu

Yuni mengaku sudah dekat dengan orangtua Dedi yang berada Sei Panas.

Begitu tahu Dedi ditangkap, Yuni pun memberitahu ibunya.

Yuni mengatakan, Ibu Dedi langsung lemas dan jatuh pingsan saat sampai di kosan Yuni.

"Mamaknya saya panggil, langsung lemas dan pingsan, saat tahu anaknya ditangkap dalam kasus pembunuhan," katanya sambil menangis kecewa.

5. Orangtua Dedi sudah pisah

Yuni menceritakan Dedi dari keluarga yang broken home. Kedua orangtuanya sudah berpisah.

 "Bapak ibunya sudah berpisah. Dia dari keluarga broken gitu mas. Ya ampun, masih nggak nyangka saya mas," ucapnya sambil menangis.

6. Tak percaya gigolo

Terkait pengakuan Dedi, sebagaimana diungkap penyidik bahwa Dedi nyambi jadi pemuas nafsu wanita, Yuni mengaku tidak percaya.

Alasannya tidak percaya, Dedi sering mengeluh tidak punya uang.

"Gak nyangka kalau dia gigolo, kalau itu kerjaannya, masak uangnya kurang terus," kata Yuni.

Bahkan, Dedi sering meminjam uang, terakhir meminjam uang Rp500 ribu untuk keperluan ulangtahun anaknya.

"Orangnya sering minjam uang. kemarin minjam Rp500 ribu buat ultah anaknya. Soalnya saya tahu gajinya berapa itu," kata Yuni.

Sebagai kekasih Dedi, Yuni ikut diperiksa polisi, dan kamarnya ikut diperiksa dan polisi memintanya untuk sementara waktu tidak masuk ke kamar itu.

Kondisi itu membuat Yuni kesulitan masuk ke kamar kos untuk mengambil pakaian.

"Mau ambil baju nggak bisa, kos dikunci, polisi kan bilang nggak boleh dibuka pintunya. Jadi susah, mau kerja soalnya besok mau Natalan. Disuruh wajib kerja sama bos," kata Yuni. Yuni dengan tegas mengatakan kepada kekasihnya, bahwa ia harus bertanggungjawab dengan perbuatannya.

"Dia harus terima apa yang sudah diperbuatnya," katanya.

7. Sekali Main Dibayar Rp 1 juta - Rp 1,5 juta

Setelah dua hari melarikan diri, akhirnya

Dedi Perbianto, tersangka pembunuhan ibu muda Deli Cinta Sihombing (32) diamankan Polisi saat bekerja sebagai Bartender di salah satu Cafe yang ada di kawasan Batam Centre.

Pria yang melakukan pekerjaan sampingan sebagai pemuas nafsu wanita ini ternyata mempunyai tarif yang fantastis.

Hal itu diungkapkan pelaku kepada penyidik di Mapolresta Barelang.

 "Untuk sekali kencan dengan pelaku ini memasang tarif Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta," kata seorang penyidik.

Diduga ini menjadi penyebab, pelaku geram ketika apa yang diberikanya kepada korban tidak dihargai apa-apa.

Ia bahkan mengaku dua dua kali melayani korban.

Awal mulanya, Dedi melayani korban disebuah hotel di Nagoya. Pertama kali memberikan jasa, Dedi mengaku tidak dibayar korban. 

Kedua kalinya, pelaku kembali mengikuti keinginan korban melayaninya. Kali ini Korban sengaja menjemput pelaku menggunakan mobilnya Rabu 20 Desember 2017.

Mereka langsung ke rumah korban di kawasan Tanjunguncang.

"Katanya tidak dibayar, pelaku ini marah dan akhirnya membunuh korban dengan cara membekap," kata Kapolreata Barelang Kombes Pol Hengki.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved