Korban Meninggal Kebakaran Warung Tahu Sumedang Baru Sebulan Bekerja, Jenazah Akan Dipulangkan

Soleh dinyatakan telah meninggal dunia Selasa subuh tadi. Jenazahnya dikabarkan sedang diurus untuk dipulangkan ke...

Korban Meninggal Kebakaran Warung Tahu Sumedang Baru Sebulan Bekerja, Jenazah Akan Dipulangkan
facebook/repro Pos Belitung
Warung Tahu Sumedang di Dusun Bangek alami musibah kebakaran 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - M.Soleh (17), korban tewas pada insiden kebakaran Warung Tahu Sumedang di Jalan Tengah Beltim, dinyatakan baru bekerja selama satu bulan.

"Bayu (korban luka bakar 40 persen) itu sudah dua tahun, Soleh itu baru‎ satu bulan kerja," ujar rekan kerja korban, Masyudi saat ditemui Pos Belitung di luar IGD RSUD Beltim, Selasa (9/1/2018) siang.

Saat ditemui, Masyudi sedang menunggu perawatan Bayu.

‎"Bayu ini luka bakarnya 40 persen. Kalau yang satunya, si Soleh, luka bakarnya 90 persen," ujar Masyudi.

Masyudi mengatakan, saat ini Bayu dalam keadaan sadar.

Dia rencananya akan dirawat di RSUD Beltim.

"Mudah-mudahan cepat membaik,"‎ ucapnya.

Soleh dinyatakan telah meninggal dunia Selasa subuh tadi.

Jenazahnya dikabarkan sedang diurus untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Sumedang. 

Kronologi

Masyudi, satu dari sejumlah pekerja Warung Tahu Sumedang di Jalang Tengah, Dusun Bangek, Desa Simpangtiga, Simpang Renggiang, Belitung Timur (Beltim), menuturkan bagaimana detik-detik insiden kebakaran pada warung tersebut.

Didampingi pekerja lainnya yang bernama Sandi, Masyudi mengatakan, insiden itu terjadi saat Warung Tahu Sumedangsudah mau tutup sekitar pukul 17.00 WIB.

M. Soleh (17) dan Bayu Lesmana (23) sedang bersiap membersihkan dapur penggorengan tahu saat itu.

Masyudi mengatakan, sedikitnya ada 10 pekerja di Warung Tahu Sumedang.‎

Semuanya adalah pekerja dari Garut dan Sumedang.

"Bagian jual itu ada 2, bagian produksi ada 2, nah yang kecelakaan ini bagian penggorengan," ujar Masyudi‎ ditemui Pos Belitung, Selasa (9/1/2018) siang.

Insiden berawal saat Soleh hendak membuka baut keran tabung angin kompor minyak.

Tabung itu berguna mengalirkan minyak tanah menggunakan tenaga angin ke tungku penggorengan.

"Minyak tanahnya mau dikuras (dari tabung), mau dibuang. Ternyata pas mau buka, minyaknya nyembur. Kemungkinan saat mau dibuka, anginnya belum habis. Jadi waktu dibuka bautnya, nyembur minyaknya, kena badannya. Tungkunya juga masih panas," kata Sandi menambahkan.

Sandi mengatakan, begitu minyak tersebut keluar dan mengenai badan Soleh, api dari tungku langsung menyambar‎ tubuh Soleh. Api pun menyebar seisi dapur.

"Kalau si Bayu ini posisinya agak di luar, dekat pintu keluar. Waktu kena semburan api dia cepat keluar, nah Soleh ini terjebak sebelum ditolong," ujar Masyudi.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved