Breaking News:

Menguak Misteri Belitong, Kapal Tenggelam Sampai Kebudayaan Mirip Oman

Sepintas memang ada kesamaan antara kebudayaan Oman dan Belitung. Kesamaan itu mulai dari makanan hingga seni tari

youtube/repro Pos Belitung
Kebudayaan Oman 

POSBELITUNG.COM -  Belitung shipwreck tenggelam pada abad ke-9 di Selat Gelasa.

Tahun kejadiannya diperkirakan berlangsung pada 830 Masehi. 

Kapal asal Oman itu tenggelam dengan jarak sekitar 1 mil atau 1,6 kilometer dari Desa Batu Itam, Kabupaten Belitung.

Ke mana para awak dan nahkoda kapal tersebut?

Tidak ada yang tahu.

Bahkan para pakar kebingungan setelah mengetahui kapal itu melenceng begitu jauh dari rute pelayaran Oman-Tiongkok.

Lebih bikin bingung lagi, kapal itu hampir masih utuh saat ditemukan nelayan pada 1998.

Muatan dalam kapal tersebut pun seperti tak diganggu sama sekali.

Sepertinya sulit mengira bahwa kapal tersebut menjadi korban bajak laut.

Apakah mungkin para awak dan nahkoda naik ke daratan pulau Belitung setelah kapal mereka tenggelam?

Tentu pertanyaan ini mesti terus dikaji.

Sambil menunggu penelitian lebih lanjut, Pos Belitung mencoba melakukan penelusuran.

Kegiatan ini setidaknya untuk mengecek apakah ada hubungan antara kebudayaan Oman dan Belitung.

Asumsinya, mungkin saja awak kapal naik ke darat dan kemudian mempengaruhi kebudayaan dan religi yang ada di Pulau Belitung.

Dan ternyata boy!

Sepintas memang ada kesamaan antara kebudayaan Oman dan Belitung.

1. Kuliner

Budaya Belitong mengenal kudapan bernama 'Limping'.

Kudapan ini terbuat dari gandung.

Pada kebudayaan Oman pun terdapat makanan serupa.

Simak videonya berikut ini :

2. Tarian

Belitung pernah punya tari Mancak.

Tak banyak yang mengenal tarian ini.

Namun pionir perusahaan tambang timah Belitung JF Loudon pernah melihat dan kemudian mencatatnya.

Tarian itu disebutkan adalah tarian berpasang-pasangan dengan pedang terbuka.

Di Oman pun ternyata ada tarian semacam itu.

Begitu juga tari muda mudi seperti Campak.

Oman pun juga punya.

Lihat ini videonya :

Bersambung ....

Penulis adalah editor Pos Belitung sekaligus penulis buku Kulek Terakhir Sebuah Pengantar Sejarah Suku Sawang Gantong dan buku Kerajaan Balok.

Wahyu Kurniawan
Wahyu Kurniawan (Pos Belitung/Novita)
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved