Masjid Akhir Abad 19 di Kecamatan Gantung Dipugar Total, Pernah Salah Arah Kiblat

Belum ada dinding dan atap, sehingga aktivitas ibadah sehari-hari harus dipindahkan ke ruangan belakang yang semula dipergunakan untuk marbot

Masjid Akhir Abad 19 di Kecamatan Gantung Dipugar Total, Pernah Salah Arah Kiblat
POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN)
Kerangka konstruksi bangunan Masjid Al Hikmah yang sedang dalam proses pemugaran yang sudah berlangsung selama setahun belakangan ini, Sabtu (13/1/2018) 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSGANTUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Pemugaran bangunan Masjid Al Hikmah, yang berada tepat di seberang Museum Kata Andrea Hirata, Kecamatan Gantung, Belitung Timur (Beltim) sudah berlangsung satu tahun belakangan ini.

Masih banyak pengerjaan yang belum selesai, baru hanya terliat kayu penyangga yang menjualang untuk pengecoran tiang

Belum ada dinding dan atap sehingga aktivitas ibadah sehari-hari harus dipindahkan ke ruangan belakang yang semula dipergunakan untuk penjaga masjid alias Marbot.

"Sekarang progresnya baru sekitar 15 sampai 20 persen. Ini sudah pembangunan tahap dua‎," kata Ketua Yayasan Masjid Al Hikmah Asri Hasyim saat berbincang dengan Pos Belitung, Sabtu (13/1/2018).

Dia menuturkan, Masjid Al Hikmah adalah masjid tertua di Kecamatan Gantung. Masjid ini dibangun di atas tanah yang diwakafkan oleh Yahya atau biasa disapa Jaya, seorang pejabat ‎Distrik Gantung pada masa penambangan timah.

Baca: Butuh Dana Rp 5,7 M, Untuk Pemugaran Masjid Akhir Abad 18 di Kecamatan Gantung

‎Rumah Jaya adalah rumah yang dibeli Andrea Hirata pada 2010 dan dibangun Museum Kata saat ini.

Dibangun pada akhir abad 19 atau sekitar1890-an, masjid ini awalnya berbentuk rumah panggung.‎ ‎Pemugaran total kali inipun sudah renovasi yang keempat kalinya.‎

Sayang,‎yayasan tak memiliki foto bangunan pertama masjid ini.

"Awalnya panggung, dinding dan lantainya juga papan. Sayang kami tidak punya fotonya," kata Asri.

Salah Arah Kiblat 

Sekitar dua tahun lalu, kata, Asri, saat matahari berada tepat di arah Kabah, baru diketahui ternyata arah kiblat masjid ini jauh melenceng dari yang seharusnya.‎

Karena alasan ini pula Asri Hasyim mengatakan, tekat para pengurus masjid semakin bulat untuk merenovasi total masjid ini dengan modal seadanya.

"Kami mulai sejak Oktober 2016, dengan modal awal pembangunan sekitar Rp 150 juta. Kami yakin saja pembangunannya selesai sambil berjalan," ujar Asri. 

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: rusmiadi
Sumber: PC Plus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved