Premi Asuransi 1600 Nelayan Beltim Perlu Dibayar Kembali
Dari jumlah 4000-an tersebut, 2400-an diantaranya masih berjalan karena preminya baru dibayarkan pemerintah pada 2017 dan...
Penulis: Dedi Qurniawan |
Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Sudah sebanyak 4 ribu nelayan di Belitung Timur (Beltim) tercover sebagai peserta asuransi nelayan dari PT Asuransi Jasindo yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) sejak 2016 dan 2017.
Total jumlah nelayan di Beltim sendiri sebanyak 6 ribu orang.
Dari jumlah 4000-an tersebut, 2400-an diantaranya masih berjalan karena preminya baru dibayarkan pemerintah pada 2017 dan akan berlaku sepanjang 2018 ini.
Sementara sisanya, sekitar 1600-an nelayan yang pembayaran preminya ditanggung pemerintah pada 2016 telah habis masa tanggungannya dan perlu dibayar kembali lewat premi mandiri.
Demikian dinyatakan Kepala Dinas Perikanan Beltim Sarjono kepada Pos Belitung, Jumat (19/1) lalu.
"Mereka yang bayar preminya 2016 kan masa tanggungannya berlaku pada 2017 lalu. Premi yang ditanggung KKP-kan cuma setahun pertama. Jadi sekitar 1600-nelayan ini yang mau nyambung harus dibayarkan preminya secara mandiri," ujar Sarjono.
Mantan Asisten I Setda Beltim tersebut mengatakan, meski sudah mendapatkan pertanyaan dari nelayan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari Jasindo untuk mekanisme pembayaran premi asuransi mandiri sebanyak 1600-an nelayan ini.
Untuk diketahui, total Rp 1,8 Miliar klaim asuransi nelayan telah digelontorkan kepada sejumlah ahli waris di Beltim sejak 2016 dan 2017 lalu.
Mereka adalah ahli waris yang menerima manfaat klaim asuransi--yang premi tahun pertamanya ditanggung pemerintah sebesar Rp 175 ribu per tahun.
Sarjono mengatakan, dengan premi sebesar itu ahli waris nelayan dapat mendapatkan santunan maksimal hingga Rp 160 juta.
Baca berita selengkapnya di Harian Pagi POS BELITUNG (BANGKAPOS GRUP) Senin (22/1/2018)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/sarjono_20180121_230505.jpg)