Siswi SMA Menangis Usai Digituin Pria Kenalan Medsosnya di Rumah Kosong
Gadis ini harus kehilangan kehormatan setelah diperkosa paksa oleh remaja yang dikenalnya di media sosial
POSBELITUNG.COM, TULUNGAGUNG - Media sosial kini menjadi salah satu wahana dan jalan pintas bagi seseorang untuk mengenal dunia luar, termasuk menemukan teman akrab.
Tapi tak jarang, setelah berhasil mendapatkan teman akrab lewat media sosial dan internet, hal memilukan dan tragislah yang terjadi.
Hal ini seperti yang terjadi dan dialami seorang siswi SMK di Kabupaten Tulunggagung.
Dia harus kehilangan kehormatan dan masa depannya, setelah diperkosa paksa oleh remaja yang dikenalnya di media sosial.
Kasus pencabulan anak dibawah umur inipun akhirnya berakhir ke ranah hukum, setelah keluarga korban melaporkan ke polisi.
Mendapat laporan tersebut, polisi dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung menangkap RPR (17), warga Desa Gandong, Kecamatan Bandung pada Minggu (21/1/2018).
Sebab remaja bertubuh ceking ini telah melakukan tindak asusila alias pencabulan terhadap RA (17) secara paksa.
Kejadian ini bermula empat bulan silam, keduanya berkenalan lewat media sosial.
Dua remaja seusia ini kemudian menjalin hubungan asmara lewat media sosial.
Pada Kamis (18/1/2018) RA meninggalkan rumah untuk pergi menemui RPR.
"Saat itu korban bersama dua temannya, sepasang laki-laki dan perempuan. Mereka janjian di kawasan Pinka (pinggir kali, red)," terang Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priyambodo, Selasa (22/1/2018).
Mereka berempat sempat jalan-jalan ke kawasan wisata Pantai Sidem, di Kecamatan Besuki pada Sabtu (20/1/2018).
Menjelang malam, RA dan RPR masuk ke dalam sebuah rumah kosong di Sidem.
Di sini RPR memaksa RA untuk bersetubuh.
RA sempat menolak, namun RPR terus merayu.
Saat rayuannya tidak mempan, remaja yang sudah tidak sekolah ini mengancam RA.
Di bawah ancaman RA tidak kuasa menolak nafsu RPR.
"Usai kejadian itu korban sempat menangis dan mengadu ke temannya. Tapi mereka kebingungan," tutur Mustijat.
Sementara keluarga RA kebingungan, karena empat hari RA tidak memberi kabar. Pihak keluarga kemudian mencari RA di kawasan Pinka.
Mereka menemukan siswi sebuah SMK ini pada Minggu (21/1/2018) malam.
Di depan keluarganya, akhirnya RA menceritakan apa yang dilakukan RPR.
Mendapat cerita RA, pihak keluarga segera melapor ke polisi.
Polisi pun bergerak cepat dengan mengumpulkan barang bukti dan melakukan visum.
"Kami amankan sebuah celana dalam yang berlumuran darah. Hasil visum juga sudah menguatkan kejadian itu," tambah Mustijat.
Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Raib, Dijemput Paksa dan Dieksekusi Orang Tak Dikenal di Gedung Dewan
Polisipun langsung menangkap RPR.
Di depan penyidik RPR mengakui perbuatannya. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak melakukan penahanan.
"Pelaku dan korban sama-sama masih di bawah umur. Namun proses hukumnya tetap berjalan," tegas Mustijat.
Sementara Kanit UPPA Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih menambahkan, banyak kasus kriminal yang bermula dari Pinka.
Dari cacatan kejadian pencabulan yang ditangani UPPA, korban dan pelaku mayoritas bertemu di Pinka.
Usai Bangun Tidur, Siswi Cantik ini Langsung Meninggal Dunia, Padahal . . .
Karena itu Retno memperingatkan, agar ada perhatian khusus di Pinka.
"Karena lokasinya sangat mendukung tindak asusila, Selain relatif sepi, juga tidak ada pengawasan khusus, misalnya remaja yang pacaran," tandasnya. (Surya/David Yohanes)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/sma_20171221_195408.jpg)