Breaking News:

Lihat Gerhana Bulan dengan Mata Telanjang Ternyata Bahaya, Ini Kondisi Bulan Paling Berbahaya

Bila gejala itu muncul, akan sulit untuk menyembuhkannya. Kondisi gerhana yang paling berbahaya untuk mata adalah ketika...

Tribunnews/JEPRIMA
Petugas saat mempersiapkan beberapa Teleskop untuk melihat Gerhana Bulan Total di Planetarium, TIM, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018). Pihak Planetarium akan menyediakan 16 Teleskop, 9 diantaranya untuk para masyarakat yang ingin melihat fenomena super blue blood moon, hingga saat ini sebanyak 5563 orang yang sudah mendaftar online untuk melihat gerhana bulan dari Planetarium. Tribunnews/Jeprima 

POSBELITUNG.COM - Fenomena 'super blue blood moon' dimana tiga fenomena bulan (supermoon, bulan biru, dan gerhana) berlangsung dalam satu waktu akan terjadi malam ini (31/1/2018).

Tak sedikit orang yang menyambutnya dengan antusias.

Ada yang berkunjung ke planetarium, ada pula yang berniat mengabadikannya melalui lensa kamera.

Namun, besarnya antusiasme tersebut juga menyimpan bahaya jika tidak diiringi pengetahuan yang baik, sebab dapat membahayakan mata kita.

Menyaksikan gerhana sama saja seperti menyaksikan sinar matahari dengan waktu yang lama.

Kondisi mata saat melihat gerhana sama seperti saat kita berada dalam kegelapan. Pupil mata akan melebar untuk menangkap cahaya sebanyak mungkin.

Paparan sinar matahari yang masuk ke mata bisa menyebabkan kerusakan retina mata, atau bisa juga disebut solar retinopathy.

Gejala retinopathy adalah munculnnya titik hitam yang selalu terlihat dalam pandangan mata.

Bila gejala itu muncul, akan sulit untuk menyembuhkannya.

Kondisi gerhana yang paling berbahaya untuk mata adalah ketika piringan bulan sudah bergeser setelah melewati fase totalitas.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved