Breaking News:

Anak Saya Sudah Tak Bisa Bertemu Ayahnya Lagi

Ia mengungkapkan tidak ada kendala dalam proses penyidikan yang memang lebih singkat dari tersangka

Editor: Edy Yusmanto
Ceritamelayu
mayat 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

POSBELITUNG.COM, SEMARANG - Kasat Reskrim Polrestabes Semarang membenarkan bahwa berkas perkara dua tersangka pembunuh sopir taksi online di Sambiroto, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Semarang.

Hanya saja dalam versinya pelimpahan tersebut sudah dilakukan pada hari Senin (5/2/2018) lalu.

"Ada dua tahap, tahap pertama berkasnya lengkap itu hari Senin lalu, kemudian tahap kedua serah terima dua tersangkanya tanggal enam, sehari setelahnya," beber Kasatreskrim AKBP Fahmi Arifriyanto.

Ia mengungkapkan tidak ada kendala dalam proses penyidikan yang memang lebih singkat dari tersangka yang berusia dewasa.

Berdasarkan Undang Undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, masa penahanan di penyidik kepolisian maksimal 15 hari.

"Makanya kemarin kami juga cepat-cepat rekonstruksi untuk melengkapi berkas perkara ini," imbuhnya lebih lanjut. Kendala baginya adalah saat mencari tersangka dikala barang bukti minim.

Setelah tersangka tertangkap, semua berjalan dengan lancar. "Ya paling cuma sempat berkelit bahwa bukan dia yang membunuh, tapi setelah ditunjukkan dengan bukti-buktinya dia mengaku," bebernya.

Terpisah, istri korban pembunuhan, Nur Aini berharap proses hukum bisa memberikan keadilan bagi dia dan anak semata wayangnya.

"Ya saya inginnya dihukum sesuai perilakunya atau perbuatannya. Kelakuannya itu sudah tidak mencerminkan anak-anak yang belum dewasa," beber Nur Aini.

Ia berharap para penegak hukum yang menangani kasus pembunuhan suaminya tersebut menjalankan tugas sesuai aturan.

"Pelaku ini nantinya masih bisa bertemu keluarganya, sedangkan saya dan anak saya sudah tidak bisa lagi bertemu suami saya," ucapnya.

Ia sadar kedua pelaku memang masih di bawah umur. Meski demikian keduanya tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Nur Aini menilai perbuatan tersangka IBR dan DIR yang membunuh suaminya tidak lazim dilakukan oleh anak usia sekolah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved