Advertorial
Ratusan Pasien Antre Operasi Katarak
“Katarak ini memang menjadi kendala, karena Belitung kesulitan dokter spesialis mata. Nah tentunya kami dari rumah sakit Cesendo, membantu...
Penulis: Disa Aryandi |
RATUSAN orang dari Belitung dan Belitung Timur (Beltim) antre untuk mendapatkan giliran operasi katarak gratis yang dilaksanakan Rudi Centre di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, Kamis (8/2).
Operasi katarak ini merupakan kegiatan rutin yang digelar anggota DPR RI asal Bangka Belitung (Babel), Rudianto Tjen yang bekerja sama dengan Perdami Jawa Barat Rumah Sakit (RS) Cicendo Bandung.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Saya memang sudah tiga bulan belakangan ini nunggu operasi gratis Rudi Center ini. Karena mata saya kalau siang sudah berbayang melihat orang,” kata salah seorang pasien operasi katarak gratis Rudi Centre, Siti Lomana, warga Jalan Mualim III, Desa Air Merbau, Tanjungpandan, Kamis (8/2). Siti mengaku tak mampu operasi katarak dengan biaya sendiri.
“Kemarin diminta buat BPJS, tapi sampai sekarang belum di operasi juga. Saya dapat informasi ada operasi gratis ini, jadi saya langsung datang ke kantor PDI Perjuangan untuk mendaftarkan diri. Alhamdulillah operasinya sudah selesai, tinggal penyembuhan saja,” kata Siti.
Menurut Rudianto Tjen, dua hari pelaksanaan operasi katarak gratis, tercatat sudah 102 orang yang sudah operasi dengan target sebanyak 150 orang pasien tertangani. Dan pelaksanaan operasi katarak gratis ini merupakan bentuk kepedulian dirinya terhadap penderita yang membutuhka pertolongan. Sebagai anggota DPR RI asal Babel, ia mengaku punya tanggung jawab untuk membuat masyarakat Babel sehat.
“Karena saya menilai bahwa daerah kita ini masih ada masalah kesehatan, apalagi katarak ini ada dimana-mana. Saya anggap ini tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat, makanya saya lakukan ini,” kata Rudianto Tjen yang didampingi Hellyana, yang maju sebagai calon pada Pilkada Kabupaten Belitung 2018.
Kata Rudianto, katarak banyak diderita orang tua yang kurang mendapat perhatian atau punya keterbatasan finansial untuk melakukan operasi di rumah sakit. Maka menurut Rudianto, ia membantu masyarakat tersebut.
“Tentunya supaya terbebas dari katarak. Ketika mereka sudah bisa melihat lagi nanti, mereka sudah bisa lagi membaca Al Quran, dan mengaji setiap hari, maupun mengajarkan cucu mereka buat mengaji. Karena kalau mereka tidak bisa melihat bagaimana bisa mengaji,” kata dia.
Kata Rudianto, operasi katarak gratis Rudi Centre ini akan dilakukan setiap tahun, sehingga masyarakat penderita katarak yang kurang mampu matanya bisa pulih kembali. Kegiatan ini menjadi agenda rutin PDI Perjuangan.
“Target kami ke depan sebanyak-banyaknya, dan setiap tahun tentunya. Seperti di Bangka kemarin, ada dua anak yang tidak bisa melihat dari lahir, langsung kami rujuk ke Bandung untuk di operasi,” katanya.
Sementara itu, dr Mika Sianipar, koordinator Medis Centre mengaku tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan operasi katarak ini. Sejak awal pelaksanaan operasi, seluruh pasien yang pernah dioperasi sekarang sudah bisa melihat secara normal.
“Katarak ini memang menjadi kendala, karena Belitung kesulitan dokter spesialis mata. Nah tentunya kami dari rumah sakit Cesendo, membantu agar permasalahan kesehatan mata ini dapat diatasi,” kata Mika. (adv/n3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/katarak_20180209_093941.jpg)