Breaking News:

PT Trisandi Tak Terpaut Utang dengan PT Marlindo di Billiton Regency

Masalah utang PT Trisandi Putra Pertama selaku pengembang perumahan tak ada kaitannya dengan perusahaannya.

Pos Belitung/Dok
Suasana rapat audensi DPRD Kabupaten Belitung antara warga perumahan Billiton Regency bersama developer, Senin (19/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Direktur PT Marlindo Bangun Persada Andrian mengatakan masalah utang PT Trisandi Putra Pertama selaku pengembang perumahan tak ada kaitannya dengan perusahaannya.

Jawaban ini merupakan klarifikasi pihak perusahaan terhadap pemberitaan posbelitung.co edisi Selasa (19/2/2018) lalu tentang Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Belitung membahas keluhan warga perumahan Billiton Regency.

"Masalah utang di pemberitaan itu kurang penjelasan. Jadi utang itu antara PT Trisandi dengan bank BTN sebagai pemegang hak tanggungan," ujarnya saat menghubungi posbelitung.co, Kamis (22/2/2018).

Ia menjelaskan, kehadiran PT Marlindo Bangun Persada dalam perumahan Billiton Regency sebagai mitra dari PT Trisandi untuk melanjutkan pembangunan dan menjual sisa kapling.

Kemudian, terkait unit yang sudah terbangun dirinya tidak mengetahui sistem sebelumnya seperti apa.

Lalu, terkait dengan posisi jalan yang dituntut oleh warga setempat, kata dia, tidak akan bisa dihibahkan oleh PT Trisandi kepada pemda.

Hal ini dikarenakan, lahan yang dimaksud tersebut berada di luar sertifikat milik pt Trisandi.

"Saya waktu itu lagi cuti, makanya nanti saya akan klarifikasi juga ke pemda masalah ini. Jadi dari kantor sampai di depan apotek itu di luar sertifikat, kecuali dari apotek ke perumahan itu masuk dalam sertipikat trisandi," katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, sertifikat milik PT Trisandi masih dalam anggunan di bank sehingga untuk mengeluarkan sertifikat tersebut untuk dihibahkan ke pemda butuh biaya besar menebus sertifikat tersebut.

Andrian berharap, warga bisa bersabar terkait persoalan jalan, karena dirinya tetap akan mencoba membantu kepengurusannya. Selain itu dirinya menginginkan dengan hadirnya PT Marlindo bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

"Saya harap soal jalan warga bisa bersabar saya akan coba membantu mengurusnya . Setahu saya untuk jalan itu, PT Trisandi sudah dua kali mendapatkan bantuan PSU dari Kementerian PUPR dan memang ada bantuan jalan dari pusat untuk rumah FLPP, untuk jalan poros harapan saya pemda juga membantu nantinya setelah ada kejelasan soal hibahnya," katanya.

Andrian menambahkan, bagi pembeli yang sudah pernah melakukan pembayaran down payment (DP) untuk pengambilan rumah bisa melanjutkan kembali.

Caranya dengan melakukan pendaftaran kembali di kantor pemasaran membawa kwitansi penyerahan DP pada PT Trisandi tanpa harus melakukan pembayaran DP lagi.

Sedangkan bagi yang membeli kavling dengan PPJB diharapkan datang ke kantor pemasaran untuk memberikan bukti pernah membayar untuk pembelian kavling pada PT Trisandi.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved