Hamili Dua Wanita dan Berujung ke Meja Hijau Cowok Ini Justru Hanya Kena UU ITE

Yustinus Ari (29) atau Ari mungkin bisa disebut cowok yang 'beruntung' kendati perilakunya memalukan

Hamili Dua Wanita dan Berujung ke Meja Hijau Cowok Ini Justru Hanya Kena UU ITE
net
Ilustrasi 

POSBELITUNG, YOGYA --  Yustinus Ari (29) atau Ari mungkin bisa disebut cowok yang 'beruntung' kendati perilakunya memalukan.

Ari terlibat cinta segitiga dengan seorang wanita berinisial D (24), warga Gondokusuman dan K (24), warga Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Ke tiga orang ini sebenarnya bekerja satu kantor, namun mereka hamil oleh orang yang sama, yakni Ari.

//

Tetapi, cinta segitiga mereka akhirnya berlanjut ke kasus hukum dan bahkan sampai ke meja hijau.

Di bilang beruntung, Ari bukan sebagai terdakwa dalam kasus ini, tetapi hanya sebagai saksi.

//

Sebab, yang menjadi objek perkara bukan masalah cinta segitiga atau kehamilan tetapi karena kasus pelanggaran UU ITE.

Hal itu gara-gara D yang merupakan tunangan dari Ari memposting foto K disertai tulisan berisi makian di akun media sosial (Medsos) instagram.

K yang tidak senang kemudian melaporkannya ke Polsek Kotagede dan akhirnya D harus menerima nasib menjadi tersangka.

Baca: Kekasihnya Kehilangan Muka Tetapi Wanita Ini Berjanji Setia dan Hadapi Rintangan Hingga Tak Kuat

Kapolsek Kotagede, Kompol Gunawan mengatakan bahwa ketiganya merupakan rekan kerja di sebuah tempat spa di daerah Yogyakarta.

Karena itulah mereka saling mengenal satu sama lain.

D terjerat pasal Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bermula dari ketidakterimaan D terhadap K yang mengaku dihamili oleh tunangannya Ari.

Karena usia kehamilan K sudah lebih dari 4 bulan saat itu, ia memutuskan untuk mendatangi Ari dan D.

Setelah bertemu, K meminta pertanggungjawaban kepada Ari dan sempat terjadi cekcok di antara kedua perempuan tersebut.

"Jadi saksi (Yustinus Ari) ini sudah tunangan, tapi malah punya hubungan khusus sama teman satu kerjaannya."

Namun, masalahnya jadi semakin runyam karena D ternyata juga dalam kondisi hamil oleh pria yang sama.

"Yang hamil dulu malah yang bukan tunangannya, tapi teman kerjanya. Karena itu dia (K) minta saksi untuk tanggung jawab," katanya, seperti dilansir Tribun Jogja, Rabu (28/2/2018).

Karena geram, D memposting gambar K dan tunangannya di akun instagram, disertai caption kata-kata yang menjelekkan K.

"Tiga kali posting di instagram itu dia (D). Setelah dia (K) tahu, dia tidak senangt, lalu lapor kami. Yang jelas postingan itu diunggah karena tunangan saksi tidak terima dengan K yang dihamili saksi. Kami pun membentuk tim karena ini masuknya kasus ITE," ujarnya.

Diakui Kapolsek, pihaknya memang baru pertama kali ini menangani kasus ITE.

Karenanya, selain membentuk tim untuk menyelidikanya, pihaknya juga mendatangkan ahli bahasa dan ahli ITE dalam penyelidikan kasus tersebut.

"Setelah dilakukan penyelidikan, meminta keterangan dari saksi-saksi serta dari ahli, menyatakan ini masuk kasus ITE. Kami mengamankan tersangka serta kami sita sebuah HP yang digunakan pelaku untuk memposting di akun instagram," ulasnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 45 (3) juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-undang (UU) No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2007 tentang ITE atau pasal 310.

Pelaku diancam hukuman 4 tahun penjara.

"Kasus ini sudah sampai proses persidangan, dan saat ini tinggal menunggu proses putusan saja," pungkasnya. (*)

 
Editor: tidakada023
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved