Kabarnya 6 Murid SD Perkosa Bocah Perempuan, Polisi Malah Ngomong Begini

Kabarnya ada bocah perempuan yang diduga diperkosa enam bocah lelaki. Kejadian ini masih ditelusuri pihak terkait

Kabarnya 6 Murid SD Perkosa Bocah Perempuan, Polisi Malah Ngomong Begini
net/google
Bocah dicabuli (ilustrasi foto) 

POSBELITUNG.CO - Dugaan kasus perkosaan yang dilakukan enam anak di bawah umur terhadap seorang bocah perempuan berusia 8 tahun di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor hingga kini terus menjadi pembicaraan publik.

Pengamat kriminal dan psikolog forensik, Reza Indragiri mengatakan ada hubungan antara tontonan film porno itu dengan perilaku menyimpan yang dilakukan enam bocah itu.

"Anak-anak, setelah menonton tayangan pornografi, mencoba menduplikasinya di kehidupan nyata mereka. Mungkin pula para bocah pelaku itu sebelumnya telah menerima perlakuan seksual serupa," katanya dalam pesan singkat yang diterima TribunnewsBogor.com.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ini melanjutkan, anak-anak lantas menjadi pelaku guna memahami apa yang ada di hati pelaku ketika melancarkan kebejatan itu.

Tapi karena para pelaku masih amat belia, maka kendati tindak-tanduk mereka memang bersifat seksual, motif anak-anak seumur itu boleh jadi bukan seksual.

Bahkan bisa saja mereka tidak memahami apa yang mereka lakukan dan tidak menyadari bahwa perbuatan mereka sesungguhnya menyakitkan dan membahayakan.

Lalu, terkait penanganan hukum kasus child-on-child ses abuse ini, tinggal bagimana kesungguhan polisi untuk menyelesaikan kasus ini.

Sebab, para pelaku ini juga bisa dikatakan sebagai korbannya.

"Nah, bagaimana polisi nantinya akan mengonstruksi mens rea (niat) untuk menjerat para pelaku? Ketidakpahaman itu pula yang membuat sejumlah kasus child-on-child sexual abuse di negara semisal Australia berujung pada dihentikannya tuntutan atau pun vonis tak bersalah. Getir memang bagi korban dan keluarganya. Sisi lain, bukan hanya si anak perempuan yang menjadi korban. Anak-anak lelaki yang menjadi pelaku selain dipidana, juga perlu direhabilitasi," ungkapnya.

Sementara itu terkait informasi yang beredar di kalangan wartawan mengenai kejadian itu , hingga kini Polres Bogor belum menyampaikan keterangan apapun.

Halaman
12
Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved