Rumah Seni Nek Raha Masih Simpan Peninggalan Generasi Ketiga Etnis Tionghoa di Indonesia

Rumah Seni Nek Raha di Jalan Ahmad Yani Dalam, Tanjungpandan, Belitung, yang baru diresmikan Sabtu

Rumah Seni Nek Raha Masih Simpan Peninggalan Generasi Ketiga Etnis Tionghoa di Indonesia
POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN
Hidayat pemilik Rumah Seni Nek Raha. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Rumah Seni Nek Raha di Jalan Ahmad Yani Dalam, Tanjungpandan, Belitung, yang baru diresmikan Sabtu (10/3/2018) kemarin, juga menyimpan koleksi ratusan lembar kain tua, perhiasan, peralatan rumah tangga, lukisan, dan buku-buku tua.

Barang-barang ini awalnya disimpan di Jakarta sebelum akhirnya diboyong oleh Hidayat Saleh, si pemilik Rumah Seni Nek Raha, menggunakan truk ke Pulau Belitung.

Beberapa di antaranya Hidayat peroleh dari membeli dan pemberian dari sejumlah kolektor.

"Barang yang ada di sini tak sampai sepertiga koleksi kami.

Barang-barang ini menunjukkan bahwa orang-orang Belitong memiliki taste seni yang baik, bagus, dan tinggi. Itu jika dilihat dari perangkat-perangkat adatnya," ujar Hidayat kepada Pos Belitung, Sabtu (10/3/2018) kemarin.

Barang-barang lain yang ia sebut juga bernilai tinggi adalah Pending Emas peninggalan generasi ketiga etnis Tionghoa di Indonesia.

Ini adalah barang antik kesayangannya.

Pending Emas itu masih ia simpan di Jakarta karena dinilai beresiko jika dibawa ke Belitong.

Kepada Pos Belitung, Hidayat hanya menunjukkan foto Pending Emas tersebut di dalam ponselnya.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: tidakada023
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved