Breaking News:

Video

Begini Proses Pengolahan Limbah Kayu Jadi Barang Kerajinan di 'Kayu Raye'

Pemilik usaha kerajinan 'Kayu Raye' di Desa Air Selumar Kecamatan Sijuk, Nurhalimah menunjukkan proses mengolah limbah kayu

Editor: Khamelia
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Kayu bekas yang menjadi bahan baku utama pembuatan kerajinan. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemilik usaha kerajinan 'Kayu Raye' di Desa Air Selumar Kecamatan Sijuk, Nurhalimah menunjukkan proses mengolah limbah kayu dan triplek menjadi produk kerajinan.

Produk yang dihasilkan dari kayu bekas pun beragam seperti gantungan kunci, buku, plakat, pembatas buku, kaligrafi, jam, tempelan kulkas, dan sebagainya.

Bahan baku utama pembuatan ini adalah kayu bekas yang telah dibuang atau triplek. Bahan yang berukuran besar kemudian dipotong.

Hasil potongan kemudian dihaluskan permukaannya menggunakan mesin gerinda.

Proses selanjutnya yakni melubangi kayu dan menempelkan desain menggunakan kayu yang telah dihaluskan.

"Metodenya sederhana saja, hanya menempelkan kertas yang telah dibuat desainnya lalu disetrika, jadi metodenya termasuk mudah dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan obat," jelasnya pada Sabtu (10/3/2018).

Kayu tersebut kemudian dapat dicat dengan pewarna.

Produk setengah jadi itu lalu dipernis untuk menjaga keawetan warna juga agar warna kayu tampak lebih menarik.

"Selanjutnya kita keringkan. Kemudian di pernis lagi. Ada dua jenis pernis yang digunakan yakni pernis warna kayu dan bening. Kalau memang ingin warna yang lebih gelap, tinggal gunakan saja pernis coklatnya lebih banyak," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved