Breaking News:

Belajar Otodidak, Cewek Ini Ubah Kayu Bekas Jadi Produk Olahan Ekonomis

Pemilik usaha kerajinan Kayu Raye ini menilai sampah merupakan sesuatu yang masih bisa dijadikan produk jual.

Penulis: Edi Yusmanto | Editor: Edy Yusmanto
Belajar Otodidak, Cewek Ini Ubah Kayu Bekas Jadi Produk Olahan Ekonomis - kayu-olahan_20180312_090236.jpg
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Hasil usaha kerajinan Nurhalimah bernama Kayu Raye yang dibuat di rumahnya Desa Air Selumar, Minggu (11/3/2018). Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Belajar Otodidak, Cewek Ini Ubah Kayu Bekas Jadi Produk Olahan Ekonomis - kayu-olahan_20180312_090259.jpg
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Pembatas buku hasil dari olahan limbah kayu yang dibuat Nur di rumahnya Desa Air Selumar, pada Minggu (11/3/2018).
Belajar Otodidak, Cewek Ini Ubah Kayu Bekas Jadi Produk Olahan Ekonomis - kayu-olahan_20180312_090448.jpg
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Kayu bekas yang menjadi bahan baku utama pembuatan kerajinan.

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Mengolah sampah menjadi sesuatu yang bisa memberikan nilai ekonomi sungguh luar biasa.

Hal inilah yang dilakukan Nurhalimah (26), warga Desa Aik Selumar Sijuk.

Pemilik usaha kerajinan Kayu Raye ini menilai sampah merupakan sesuatu yang masih bisa dijadikan produk jual.

Khususnya sampah dari kayu-kayu bekas berbagai olahan yang tidak dipakai lagi.

Usaha kerajinan olahan kayu bekas ini dinilai Nurhalimah (26) memiliki prospek yang bagus.

"Kalau omset memang turun naik sebenarnya, cuman secara prospek sih bagus. Ada lah peningkatan tiap bulan," katanya pada posbelitung.co, Minggu (11/3/2018).

Produk-produk hasil olahan Nurhalimah tidak mengalami kesulitan soal pemasarannya.

Barang-barang yang sudah jadi dapat dibawa dijual kepada pembeli pada beberapa event besar seperti event pariwisata.

"Saat libur panjang atau sedang ada event gitu biasanya banyak. Karena memang pembeli paling banyak dari wisatawan. Hari biasa juga tetap ada," ujarnya.

Selain melalui event-event besar pariwisata dan lainnya, Nur juga mempromosikan produk-produk yang sudah jadi melalui media sosial atau secara online.

"Untuk penjualan online ya memanfaatkan sosial media dan situs jual-beli. Sedangkan offline biasanya ikut pameran atau dititip di toko oleh-oleh," sebut Nur.

Belajar Otodidak

Kayu yang diolah Nur ternyata bukan kayu bagus yang memang dipersiapkan khusus untuk dibuat produk-produk rumahan.

Ternyata, Nur memanfaatkan kayu-kayu sisa olahan yang akan dibakar atau sudah dibuang begitu saja oleh pemiliknya.

Kayu-kayu inilah yang kemudian, diambil dan dikelola baik.

"Sayang aja kalau tidak dimanfaatkan. Kalaupun dibakar kan juga merusak lingkungan, jadi kenapa tidak diolah lagi menjadi barang yang bisa dijual," papar Nur.

Kegiatan ini diakui Nur sudah dilakoninya sejak satu tahun terakhir. 

Ia tidak menyangka apa yang sudah dimulainya membuat kehidupannya menjadi lebih baik. 

Khusus untuk menciptakan model-model atau jenis-jenis kayu olahan Nur mengadopsi berbagai informasi dari banyak hal, terutama dari internet dan lainnya.

"Ada banyak sih modelnya. Desain juga dibuat sendiri. Ada gantungan kunci, bros, tempelan kulkas, buku, pembatas buku, plakat, banyak lah," ujar Nur.

Ilmu mengolah kayu pun diakui Nur bukan belajar dari bangku sekolah atau pendidikan formal, melainkan secara langsung sendiri alias otodidak.

"Belajar buatnya kan juga otodidak. Karena desain juga bikin sendiri biasanya juga liat dari internet," katanya.

Manfaat Sampah

Dilansir dari Wikipedia Indonesia menyebutkan sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.

Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.

Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.

Berdasarkan sumbernya :

1. Sampah alam

2. Sampah manusia

3. Sampah konsumsi

4. Sampah nuklir

5. Sampah industri

6. Sampah pertambangan

Berdasarkan sifatnya

1. Sampah organik - dapat diurai (degradable)

Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.

Contohnya : Daun, kayu, kulit telur, bangkai hewan, bangkai tumbuhan, kotoran hewan dan manusia, Sisa makanan, Sisa manusia. kardus, kertas dan lain-lain.

2. Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)

Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.

Sampah ini dapat dijadikan sampah komersial atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya.

Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton. (Pos Belitung/Edy Yusmanto)

Sumber: Pos Belitung
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved