Breaking News

Wakil Ketua DPRD Beltim Kabarnya Hilang saat Mancing, Istri Panik dan Lakukan Ini

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung Timur dikabarkan hilang sejak memancing Sabtu (10/3/2018)

Pos Belitung/Kolase
Wakil Ketua DPRD Beltim Yohendra dikabarkan hilang saat memancing di laut 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Kabar tak mengenakan menghebohkan Pulau Belitung, Selasa (13/3/2018).

Kabarnya, Wakil Ketua II DPRD Belitung Timur (Beltim) Yohendra bersama belasan penumpang lainnya yang sedang memancing ke laut belum ada kabarnya sejak Sabtu (10/3/2018).

Mereka memancing di Perairan Kabupaten Belitung Timur.

Rombongan ini berangkat menggunakan kapal 3 Gross Tonnage (GT) itu dari Pelabuhan Pering Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur ke Pulau Penyamok dan Pahat. 

"Itu kalau ditarik garis lurus, sekitar 30 meter dari pelabuhan ASDP. Sekarang kami sedang koordinasi dengan unsur lain, termasuk Rapi," kata Komandan Basarnas Pos Sar Pulau Belitung Supani kepada posbelitung.co, Selasa (13/3/2018).

Supani menyebutkan ada sekitar 16 penumpang termasuk kapten dalam kapal tersebut.

Yohendra sendiri diketahui tinggal di Jalan Koperasi, Dusun Koperasi Desa Pembaharuan Kecamatan Kelapa Kampit

"Rencana mereka pulang senin pagi, dan mereka berangkat sabtu malam minggu. Jam 10 ini kami melakukan olah gerak kapal dulu," ujarnya. 

Istri Panik

Koordinator Tagana Belitung Timur (Beltim) Mahroni Hidayat menyebutkan sudah menerima laporan langsung dari istri Yohendra. 

Politisi PAN satu ini dijadwalkan sebenarnya sudah pulang pada Minggu (11/3/2018).

Namun hingga Selasa (13/3/2018) belum ada kabarnya.

Rombongan ini berangkat menggunakan kapal biru muda.

Nomor telepon dan alat komunikasi lain milik Yohendra tak bisa dihubungi.

"Iya istrinya sudah melapor ke Tagana Kampit pagi ini. Sekarang kami masih koordinasi dengan basarnas dan BPBD untuk proses pencarian," kata Mahroni kepada posbelitung.co, Selasa (13/3/2018).

Mahroni mengatakan rombongan ini dipimpin langsung Yohendra.

"Yang mimpin pak Yohendra langsung, ada belasan orang di kapal itu. Informasinya mereka berangkat memancing ke arah Pulau Penyamok dan Pahat," bebernya. 

Nelayan Hilang

Ratusan warga Desa Batu Itam dan sekitarnya berkumpul di muara Sungai Sembulu, Jumat (2/2/2018).

Mereka berkumpul sekaligus menyaksikan upaya pencarian Juhardi (47) nelayan Dusun Batu Air yang dilaporkan hilang usai memukat ikan, Rabu (31/1) lalu.

Pantauan Pos Belitung di lokasi pencarian, warga, tua-muda, laki-laki-wanita hingga anak-anak berdatangan menggunakan sepeda motor.

Mereka duduk di tepian muara Sungai Sembulu sambil menunggu sejumlah perahu nelayan dan perahu Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran mulai dari muara Sungai Sembulu ke dalam Sungai Sembulu.

Celana dan baju milik Juhardi yang ditemukan siang tadi digunakan sebagai pancingan agar buaya yang diduga menyerang Juhardi keluar.

Baju dan celana tersebut disangkutkan di dahan kayu yang dekat air Sungai Sembulu.

Pencarian yang telah mulai dari pagi itu hanya berhasil menemukan celana dan baju kaus miik Juhardi Hingga pukul 16.00 WIB tadi, Juhardi masih belum ditemukan dan akan dilanjutkan Sabtu (3/2) besok pagi.

Upaya pencarian Jumat (2/2/2018) ini melibatkan tim SAR Gabungan dari TNI AL, Basarnas Pos SAR Belitung, kepolisian, Tagana Beltim, dan sekelompok warga.

Penyisiran Sungai Sembulu dilakukan sedikitnya menggunakan tiga kapal nelayan dan satu kapal tim SAR Gabungan.

Barang-barang milik Juhardi yang behasil ditemukan hanyalah jeriken berisi ikan dan pukat tarik.

Hilangnya Juhardi diindikasikan terkait serangan binatang buas sebab ditemukan ada bekas gigitan binatang pada jeriken Juhardi. 

Ada Celana Bekas Gigitan Hewan

Celana dan baju terkonfirmasi milik Juhardi (47), nelayan asal Dusun Batu Air, Desa Batu Itam, yang dikabarkan hilang usai memukat ikan di laut dekat Muara Sungai Sembulu, ditemukan, Jumat (2/2/2018) siang.

Koordinator Tagana Beltim Mahroni Hidayat (Dayat)mengatakan kaus putih dan celana pendek berwarna hitam itu ditemukan sekitar 400 meter dari muara Sungai Sembulu.

Dayat mengatakan, setelah dicek, baju kaus tersebut dalam kondisi koyak. Adapun pada celana ditemukan lobang diduga bekas gigitan hewan buasa yang diperkirakan adalah buaya.

Koordinator Tagana Beltim Mahroni Hidayat menunjukkan baju kaus dan celana yang terkonfirmasi milik Juhardi, nelayan Dusub Batu Air yang dikabarkan hilang usai memukat Rabu (31/1) lalu.
Koordinator Tagana Beltim Mahroni Hidayat menunjukkan baju kaus dan celana yang terkonfirmasi milik Juhardi, nelayan Dusub Batu Air yang dikabarkan hilang usai memukat Rabu (31/1) lalu. (IST)

"Setelah dikonfirmasi dengan pihak keluarga korban, benar itu adalah pakaian yang dikenakan korban sewaktu berangkat dari rumah pada Rabu (31/1/2018) lalu," kata Dayat.

Sebelumnya Juhardi (47), nelayan pukat asal Dusun Batu Air, Desa Batu Itam, Simpangpesak, Belitung Timur (Beltim), dikabarkan hilang, Kamis (1/2) kemarin.

Ia dilaporkan hilang usai terakhir kali memukat di laut dekat muara Sungai Sembulu, Rabu (31/1/2018) lalu.

Barang-barang milik Juhardi yang behasil ditemukan hanyalah jeriken berisi ikan dan pukat tarik. 

Hilangnya Juhardi diindikasikan terkait serangan binatang buas sebab ditemukan ada bekas gigitan binatang pada jeriken Juhardi. (*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved