Breaking News:

Warga Tanya Kapan Sentra Kuliner Belitung di Tanjungpendam Dibuka

Operasionalisasi bangunan berdinding papan berwarna cokelat dan bertuliskan 'Sentra Kuliner Belitung' itu mendapat pertanyaan dari sejumlah warga.

POS BELITUNG/SUHARLI
‎Bangunan Sentra Kuliner Belitung di kawasan wisata Pantai Tanjungpendam. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.CO, BELITUNG- Satu unit bangunan berbentuk rumah panggung tampak berdiri di pesisir kawasan Tanjungpendam, ‎atau pesisir sebelum masuk kawasan Dermaga Laskar Pelangi. Operasionalisasi bangunan berdinding papan berwarna cokelat dan bertuliskan 'Sentra Kuliner Belitung' itu mendapat pertanyaan dari sejumlah warga.

"Kami dengar itu bangunan untuk jualan. Kapan bukanya, kalau kami mau menyewa bagaimana," ujar seorang warga yang mengaku bernama Amdi kepada Pos Belitung beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun Pos Belitung, bangunan Sentra Kuliner Belitung tersebut diketahui dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Kepala Bidang Usaha Perikanan Susanto membenarkan hal tersebut.

Dia juga mengakui banyak warga yang telah menanyakan sewa pemanfaatan bangunan tersebut.‎ Bangunan tersebut masih milik Kementerian Kelautan Perikanan dan masih ada kelengkapan bangunan yang perlu dilengkapi.
"Itu masih punya kementerian, dan sampai sekarang belum ada proses serah terima kepada kepala dinas," ujar Susanto dikonfirmasi Pos Belitung, Selasa (‎20/3/2018).

Susanto juga mengatakan, pemanfaatan bangunan tersebut belum tentu akan dilimpahkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Belitung. Bangunan bisa saja akan dilimpahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung karena berdiri di kawasan wisata Tanjungpendam.
"Ini akan diserahkan ke Pemda, apakah akan ke dinas kelautan perikanan atau dinas terkait lain, itu baru ditindaklanjuti," ucapnya.

Susanto juga membenarkan, bangunan tersebut untuk sentra kuliner Belitung yang menggunakan bahan olahan hasil perikanan. Rencananya akan ditunjuk satu pihak operator yang akan mengoperasikan sentra kuliner ini.
"Bahasa di perikanannya operator. Itu memang untuk kuliner minimal 80 persennya dari hasil olahan perikanan, seperti empek-empek, model, gangan. Tapi juknisnya sampai sekarang belum ada, karena berita acara serah terima saja belum," ucapnya.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved