Modal Awal Cuma Rp 100 Ribu, Kini Cokelat Wista Melanglang Nusantara

Cokelat satu ini berbeda dari cokelat kebanyakan. Terutama dalam hal rasa. Wanita ini mampu mengubahnya lo

Modal Awal Cuma Rp 100 Ribu, Kini Cokelat Wista Melanglang Nusantara
Pos Belitung/Kolase
Cokelat 

Satu diantaranya adalah soal hambatan dalam usaha.

Bisnis cokelat yang dijalani Wista bukan tanpa kendala.

Harga beli cokelat yang tinggi menjadi satu hambatan yang kerap kali menghantui bisnis ini.

"Harga dark chocolatenya mahal. Sebenarnya masih kesulitan nyari cokelat juga sering kehabisan apalagi saat lebaran, padahal pesanan banyak," katanya.

Namun demikian, Wista optimis bisnisnya bisa menjadi lebih baik. 

Ia mengakui belajar mengolah cokelat dari kewirausahaan dan belajar sendiri alias otodidak.

Bagi dia, memulai itu lebih baik daripada cuma berteori. Intinya, jangan malu bertanya kepada orang yang lebih tahu dan manfaatkanlah sumber daya yang ada terutama yang ada di sekitar.

Penduduk Mesoamerika

Posbelitung.co melansir wikipedia.

Cokelat adalah sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao).

Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman, walaupun dipercaya bahwa dahulu cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan.

Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian bahkan sebagai pernyataan cinta. Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia.

Selain dikonsumsi paling umum dalam bentuk cokelat batangan, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah.

Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan, mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko.

Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM .

Menguntungkan Kesehatan

Cokelat mengandung alkaloid-alkaloid seperti teobromin, fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh.

Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Menurut ilmuwan, cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat menurunkan tekanan darah.

Cokelat hitam akhir-akhir ini banyak mendapatkan promosi karena menguntungkan kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, termasuk kandungan anti oksidannya yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh.

Jadi pingin makan cokelat kan? 

Awas, jangan kebanyakan ya guys. Tentu ada efek negatifnya juga lo.

(Pos Belitung/Edy Yusmanto)

Penulis: ediyusmanto
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved