Breaking News:

Jelang Ceng Beng, Kue Tradisional Tiongkok Laris Manis

Produksi kue mochi laris manis ketika Cheng Beng. Peningkatan produksi hingga 100 persen dibanding biasanya.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Erwan Cukro (32) saat mengoles minyak sayur pada kue mochi wijen di rumahnya, Sabtu (31/3/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Memproduksi berbagai penganan tradisional tiongkok namun berciri khas Belitung dilakukan Erwin Cukro (32) bersama keluarganya di Jalan Selembat Lama, Desa Air Merbau, Tanjungpandan.

Usaha yang dimulai orangtuanya sejak 1985 itu memang laris manis ketika Cheng Beng. Produksi kue mochi ditingkatkan hingga 100 persen dibanding biasanya.

"Produksinya tergantung season (musim), kalau Cheng Beng sekarang kita buat 40 mochi wijen, 40 mochi putih. Biasanya dua hingga tiga hari dengan jumlah segitu," sebutnya.

Dikatakan Erwan, proses pembuatan penganan tersebut memang panjang. Dibutuhkan waktu sekitar 7 hari.

Tidak sembarang dibuat, ia memproduksi mochi tersebut menggunakan tepung ketan yang digiling sendiri. Sehingga proses pengolahan dimulai dari bentuk ketan hingga menjadi tepung lalu dibentuk dan menghasilkan kue mochi.

Bertekstur kenyal dengan rasa manis membuat kue mochi tersebut cocok dijadikan kudapan.

Selain itu, mochi tersebut juga bisa dijadikan oleh-oleh.

"Bisa tahan sekitar 7 hingga 8 hari karena memang makin hari makin keras. Mungkin karena kadar air berkurang," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved