Berdoa Untuk Leluhur di Moment Cheng Beng

Momen Cheng Beng atau sembahyang kubur merupakan momen bagi warga keturunuan Tionghoa untuk berziarah

Berdoa Untuk Leluhur di Moment Cheng Beng
Bangka Pos/deddy marjaya
Le Thet Pung (60) warga Jakarta bersama anak dan istri melaksanakan prosesi sembahyang di makam leluhurnya dalam momen Cheng Beng (sembahyang kubur) Rabu (4/4/2018) di Pekuburan Kemujan Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Momen Cheng Beng atau sembahyang kubur merupakan momen bagi warga keturunuan Tionghoa untuk berziarah dan berdoa di makam leluhur mereka.

Bahkan bagi sebagian warga tersebut momen itu tidak boleh dilewatkan dan seperti sudah menjadi kewajiban bagi mereka.

Banyak warga keturunan Tionghoa yang leluhurnya dahulu menetap di Pulau Bangka.

Keturunan mereka sudah menyebar kemana-mana baik di Pulau Bangka maupun berbagai wilayah di Indonesia dan di luar negeri.

"Kami sudah puluhan tahun menetap di Jakarta tapi setiap tahun selalu pulang saat momen Cheng Beng ke Bangka bersama anak dan istri," kata Lee Thet Pung (63) yang menetap di Jakarta ditemui di pekuburan Kemujan Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (4/4/2018).

Menurut Le Thet Pung setiap tahun dirinya menyempatkan diri pulang ke Bangka berdoa di makam leluhur mereka.

Antara lain ke kubur orangtuanya di Pangkalpinang dan kubur orangtua istrinya di Sungailiat.

Ini sebagai bakti kepada orangtua dan tidak melupakan leluhur.

Berdoa dan sembahyang di makam leluhur merupakan kebahagian tersendiri

"Kalau ini kubur mertua saya kemarin sudah ke kubur orangtua di Pangkalpinang," kata Le Thet Pung. (*)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: tidakada023
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved