Massa dari Tempilang "Serbu" Pengadilan Negeri Sungailiat

Menggunakan tiga bus dan beberapa mobil pribadi, massa awalnya berkumpul di sepanjang jalan samping pengadilan di Sungailiat.

Massa dari Tempilang
(Bangkapos/ferylaskari).
Suasana kedatangan massa dari Kecamatan Tempilang di PN Sungailiat Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

POSBELITUNG.CO-- Tak kurang dari seratus orang datangi Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka, Rabu (18/4/2018). Massa dari tiga desa di Kecamatan Tempilang "menyerbu" pengadilan untuk memberikan dukungan moril pada enam warga mereka yang sedang diadili, terkait kerusuhan 10 Desember 2017 lalu.

Menggunakan tiga bus dan beberapa mobil pribadi, massa awalnya berkumpul di sepanjang jalan samping pengadilan di Sungailiat. Namun karena diguyur hujan, mereka spontan masuk ke gedung ini. Sementara puluhan polisi berjaga-jaga agar massa tak bertindak brutal, sambil menunggu proses sidang enam orang yang bakal diadili, dimulai.

Kepala Desa (Kades) Airlintang Kecamatan Tempilang Bangka Barat, Ridwan sempat diwawancara grup posbelitung.co di awal kedatangannya bersama rombongan di pengadilan ini, Rabu (18/4/2018).

"Kami warga dari tiga desa, masing-masing Desa Airlintang Tempilang, Desa Benteng Kota Tempilang dan Desa Tempilang sendiri datang ke pengadilan untuk memberikan support dukungan moril kepada enam orang warga kami yang akan diadili di pengadilan ini," kata Ridwan, Kades Airlintang, Rabu (18/4/2018).

Keenam orang warga Kecamatan Tempilang yang dimaksud masing-masing Togri, Angga, Santo Kusuma Atmaja, Tomi Priyadi, Saman Tukap, dan Saudi, semuanya Warga Kecamatan Tempilang Bangka Barat.

Keenam orang ini bakal diadili di PN Sungailiat karena atas tuduhan melakukan pembakaran ponton tambang ilegal milik pendatang di wilayah setempat, akhir 2017 lalu.

"Sebenarnya ini kan kasus massa. Pengrusakan ponton tambang oleh massa (bukan hanya enam orang itu). Pembakaran dilakukan karena penambang yang merupakan warga pendatang telah membunuh, menyembelih warga kami secara keji (baca edisi sebelumnya). Sehingga warga mengamuk dan membakar ponton tambang ilegal milik pendatang yang dimakaud. Makanya kita datang untuk memberikan support dukungan moril pada enam orang warga kami yang akan diadili ini atas tuduhan membakar ponton milik pendatang ," kata Ridwan.

Ridwan menyatakan, selain warga dari tiga desa di kecamatan Tempilang, ada dua Kades yang ikut serta pada rombongan ini di Pengadilan Negeri Sungailiat.

"Kepala desa yang datang, saya dari Desa Airlintang dan Pak Jinawan Kades Benteng Kota. Sedangkan. Kades Tempilang berhalangan hadir. Namun massa yang datang ke pengadilan ini, merupakan gabungan warga tiga desa tadi," katanya.

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved