Breaking News:

Beli Motor Pakai Uang Palsu Karyawan Jasa Fotokopi Diringkus Polisi, Begini Caranya Menipu

Karyawan usaha jasa fotokopi ini diketahui mencetak uang palsu untuk bertransaksi.

(Dokumen Polres Blora)
Satuan Reskrim Polres Blora menunjukkan uang palsu pecahan Rp 50.000 senilai Rp 1,4 juta, Jumat (20/4/2018). 

POSBELITUNG.CO - Seorang pemuda asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, harus berurusan dengan aparat Satuan Reskrim Kepolisian Resor Blora.

Karyawan usaha jasa fotokopi ini diketahui mencetak uang palsu untuk bertransaksi.

Tersangka adalah Juremi (30), warga Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Blora. Ia diringkus polisi setelah nekat mengedarkan uang palsu senilai Rp 1,4 juta untuk membeli satu unit sepeda motor bekas.

"Tersangka kami amankan kemarin di tempat kerjanya, di sebuah tempat jasa fotokopi di Randublatung. Ia tak berkutik ketika kami bekuk," kata Kasatreskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo kepada Kompas.com, Jumat (20/4/2018).

Heri menjelaskan, terungkapnya kasus ini bermula dari laporan seorang korban, Joko Santoso (35), warga Kecamatan Jepon, Blora.

Korban mengaku telah tertipu setelah menerima lembaran uang palsu dari tersangka yang membeli sepeda motor Yamaha RX King miliknya.

Semula, pada Februari lalu korban menawarkan motornya yang mati pajak secara online melalui Facebook.

"Nah, melihat postingan korban di Facebook, tersangka yang tertarik untuk membelinya kemudian menghubungi korban," ujar Heri. 

Setelah melalui beberapa kali penawaran, satu unit Yamaha RX King tersebut akhirnya dilepas dengan harga Rp 1,4 juta.

Setelah sepakat, mereka kemudian berjanji untuk bertransaksi di SPBU Mlangsen, Blora. Tersangka, ucap Heri, kemudian mencetak alat pembayaran, yakni uang palsu pecahan Rp 50.000 senilai Rp 1,4 juta dengan alat printer di tempat kerjanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved