Hari Kartini: Anak Selir yang Menikahi Pria Beristri, Ini Curhatan Kartini Tentang Cinta

Dibalik perjuangannya, ada kisah pilu dibalik cinta Kartini. Ia anak seorang selir dan merasakan perbedaan hidup di antara istri sah dan juga selir.

Hari Kartini: Anak Selir yang Menikahi Pria Beristri, Ini Curhatan Kartini Tentang Cinta
Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini adalah sosok pahlawan wanita yang selalu dikenang. 

Saya tak akan pernah, tak akan pernah jatuh cinta. Mencintai, pertama-tama membutuhkan rasa hormat, menurut hemat saya; dan saya tidak dapat menghormati pemuda Jawa muda. Bagaimana saya bisa menghormati seseorang yang telah menikah dan menjadi seorang ayah, dan yang telah memiliki istri yang melahirkan anak-anaknya, membawa perempuan lain ke dalam rumahnya?
(Jepara - 6 November 1899)

I think there is nothing finer than to be able to call a happy smile to a loved mouth—to see the sunshine break over another's face

Tiada hal yang lebih indah selain dapat menerbitkan senyum di wajah mereka yang kita cinta.
(November 1899)

Too often we are made to feel that we Javanese are not really human beings at all. How do the Netherlanders expect to be loved by us when they treat us so? Love begets love, but scorn never yet aroused affection.

Terlalu sering kami merasakan bahwa kami, orang Jawa, bukanlah manusia sama sekali. Bagaimana mungkin orang-orang Belanda berharap untuk dicintai orang-orang Jawa, ketika mereka memperlakukan kami seperti ini? CInta melahirkan cinta, tetapi hinaan tak akan pernah menimbulkan kasih sayang.
(23 Agustust 1900)

We wished to be loved - not feared.

Kita berharap untuk dicintai - bukan ditakuti.
(17 Agustus 1902)

Love is the bond which binds us together.

Cinta adalah ikatan yang menyatukan kita.
(17 Agustus 1902)

(BANJARMASINPOST.CO.ID/restudia)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved