Pangkalpinang Kekurangan 200 Guru

Persoalan kekurangan guru di Pangkalpinang menjadi satu dari sejumlah permasalahan yang mencuat pada momen Hari Pendidikan Nasion‎al (Hardiknas)

Penulis: Dedi Qurniawan |
(BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN)
Kepala Dindikbud Pangkalpinang Eti Fahriaty 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.CO -‎ Persoalan kekurangan guru di Pangkalpinang menjadi satu dari sejumlah permasalahan yang mencuat pada momen Hari Pendidikan Nasion‎al (Hardiknas) 2018 di Pangkalpinang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dindikbud) Pangkalpinang Eti Fahriaty mengatakan, saat ini Pangkalpinang tengah kekurangan sekitar 200 orang guru.

Eti mengatakan, kekurangan guru ini disebabkan tak adanya rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru beberapa tahun terakhir. Sementara, di sisi lain, saat bersamaan jumlah guru yang ada terus berkurang karena pensiun. ‎

"Kekurangan itu untuk seluruh, se-Pangkalpinang. Makanya banyak guru-guru honor di sekolah," ucap Eti seusai upacara peringatan Hardiknas di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (2/5/2018).

Sementara itu, kata Eti, di sisi lain, keberadaan guru honor di sekolah-sekolah menjadi dilema. Sekolah tak memiliki anggaran yang cukup jika ingin menggaji para guru honor sesuai standar yang layak.

Sekolah juga tak bisa serta merta jika ingin menutupi kekurangan dana tersebut dengan mengandalkan uang komite.‎

‎"‎Kami kekurangan dana.‎ Saat ini, jika sekolah-sekolah ingin pakai komite untuk mencukupi pembayaran honor masih dilema (terkait sekolah gratis dan dianggap pungutan). Sebenarnya memang untuk bayar honor, maka itu dibutuhkan. Makanya kami minta dukungan para orang tua di komite pada setiap satuan pendidikan," tutur Eti.‎

Dindikbud Pangkalpinang‎ telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangkalpinang terkait kekurangan guru ini.

"Kami sudah koordinasi ke BKD mengenai jumlah kekurangan guru dan berapa banyak yang bisa dipenuhi pada rekrutmen yang katanya ada pada tahun ini. Kami usulkan sekitar 200 cpns guru," ujar Eti.‎ (*)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved