Breaking News:

Pria Asal Teru Ditemukan Gantung Diri di Pohon Karet, Penyebabnya Gara-gara Ini

Pria asal Desa Teru, Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah Mahyudin (26) harus mengakhiri hidupnya, dengan cara gantung diri

Istimewa
Pria asal Desa Teru, Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah Mahyudin (26) harus mengakhiri hidupnya, dengan gantung diri di sebuah batang karet di hutan Desa Teru, pada Minggu (6/5/2018) siang. 

POSBELITUNG.CO - Pria asal Desa Teru, Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah Mahyudin (26) harus mengakhiri hidupnya, dengan cara gantung diri di sebuah batang karet di hutan Desa Teru, pada Minggu (6/5/2018) siang.

Pria yang hari hari bekerja sebagai buruh harian ini, gantung diri di sebuh pohon yang memiliki tinggi mencapai 10 meter, dengan posisi leher terlilit oleh tali.

"Awalnya pihak Polsek mendapat laporan dari kepala desa teru bahwa telah ditemukan seorang mayat laki-laki di bukit Tanyat desa Teru bahwa ada yang ganting diri di pohon,"ujar Kabag Ops Polres Bateng Kompol, Sarwo Edi kepada wartawan, Senin (7/5/2018).

Kabag Ops menambahkan pada saat sampai di TKP kondisi mayat dalam keadaan tergantung di pohon karet dengan menggunakan tali, dengan ketinggian dari tanah mencapai 10 meter.

"Hasil dari oleh TKP ditemukan luka gores pada bagian leher yang diduga akibat tali dan keluarnya sperma dari alat kelamin korban. Dan hasil pemeriksaan dokter kepala Puskesmas Simpang katis, terdapat luka jeratan pada bagian leher dan luka gores bekas tali tersebut searah sehingga dokter mengambil kesimpulan bahwa ini merupakan kejadian bunuh diri,"lanjutnya

Kabag Ops menerangkan dari hasil intrograsi dengan pihak keluarga, bahwa korban mengalami gejala gangguan jiwa, tidak ada unsur motif dan unsur lainya ditemukan oleh pihak kepolisian.

"Dari keterangan dari kakak korban bahwa korban sudah lama memiliki gejala ganguan kejiwaan,"ujarnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved