Pernikahan pun Hanya Alas Untuk Jadi 'Pengantin' Peledakkan Bom, Kita Bertemu di Surga

Serangan bom di 3 gereja Surabaya pada Minggu (13/5/2018), memakai cara licik dengan memanfaatkan 'pengantin'

Pernikahan pun Hanya Alas Untuk Jadi 'Pengantin' Peledakkan Bom, Kita Bertemu di Surga
Dian Yulia Novita dan suami Nur Solihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Solihin mengaku tidak terlalu banyak tahu soal perakitan bom, waktu, dan tempat.

“Saya hanya tahu barang sudah jadi,” kata Solihin.

Solihin mengaku ia baru diberi tahu soal rencana rinci sekitar 1-2 pekan sebelum eksekusi.

Wanita berjenggot

Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), dalam laporan terbaru mereka yang dirilis 31 Januari 2017, mencatat ada pergerakan nyata tentang para perempuan yang ikut berperan dalam kelompok radikal.

Penelitian menunjukkan, keterlibatan itu justru atas dasar inisiatif mereka.

Perempuan sepertinya juga ingin berjuang dan mengambil jatah dalam penyebaran teror.

"Wanita ingin diakui sebagai pejuang sebagai hak mereka," tulis laporan IPAC.

Keterlibatan para perempuan dalam aksi teror ini mengkhawatirkan.

Sebab selain sulit dideteksi, tindakan mereka diyakini bisa memicu motivasi bagi para pelaku teror lainnya.

"Kenekatan pengantin wanita bisa dieksploitasi sedemikian rupa di internal mereka, untuk menyinggung kelaki-lakian mereka agar tidak menjadi wanita berjenggot," ujar pengamat teroris Harist Abu Ulya beberapa waktu lalu.

Pengamat terorisme Harits Abu Ulya mengatakan munculnya "pengantin" (bomber) wanita dalam isu terorisme di Indonesia memunculkan kekhawatiran tersendiri.

Karena hadirnya bomber wanita ini menurut Harits Abu Ulya menjadi pemantik keberanian kaum laki-laki pengikut ISIS untuk bangkit.

"Potensi memantik munculnya keberanian dari para lelaki (pengikut ISIS) yang pada "tidur"," ujar Harits Abu Ulya kepada Tribunnews.com, Kamis (15/12/2016).

Menurut dia, sosok "pengantin" wanita bisa menjadi amunisi baru untuk mengagitasi dan memprovokasi kaum lelaki diantara mereka agar menyusul tunaikan janji kepada Tuhannya (amaliyah).

"Kenekatan "pengantin" wanita bisa di "eksploitasi" sedemikian rupa di internal mereka untuk menyinggung kelaki-lakian mereka agar tidak menjadi "wanita berjenggot"," katanya.

Hal ini berdasarkan warna pembicaraan di kalangan ISIS Indonesia paska tertangkapnya Dian calon "pengantin" bom panci.

Bahkan pelaku telah membuat surat wasiat untuk diserahkan kepada orang tua yang tinggal di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

"DYN calon pengantin. Dia membuat surat wasiat," ujar Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Awi Setiyono ketika itu.

Berikut isi lengkap surat wasiat tersebut:

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Bismillah....

Segala puji bagi Allah Ta'alla kabb semesta alam. Sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabatnya.

Wahai mujahidku...

Kita berjumpa dan berpisah karena Allah SWT dan mengharapkan ridho-Nya...Bismillah. Puji syukur Allah Ta'alla telah memperjodohkan kita walau hanya sekejap.

Mungkin tak banyak kenangan di antar kita, namun Alhamdulillah sudah lebih cukup bagiku merasakan indahnya sebagai istri walau kusadar masih jauh dari predikat istri sholehah.

Dan Afwan A Bila saya selama menjadi istri Aa mempunyai banyak salah dan dari segala sikapku yang kurang berkenan di hati antum, saya berharap Aa dapat mengikhlaskan dan meridhai kepergianku, karena kusadar ridha dan keikhlasan Aa sebagai suami sangat penting untukku.

Doakan saya juga supaya daganganku juga diterima di sisi-Nya dan mendapatkan nikmat syahid...Amiin Allohumma Amiin.  Dan seiringnya waktu Alhamdulillah cinta itu tumbuh dan semoga abadi sampai jannah-Nya.

Baca: Teror Bom 3 Gereja di Surabaya Disebut Karena Video Polisi Suapi Napi, Simak Pengakuan Eks Teroris

Peledak dengan panci bertekanan yang ditemukan di Bekasi tahun 2016.
Peledak dengan panci bertekanan yang ditemukan di Bekasi tahun 2016. (DOK MABES POLRI)

Dian ditangkap di kosannya di jalan Bintara Jaya VIII, Kota Bekasi pada Sabtu (11/12/2016) setelah mengirimkan surat waisat yang dikirim dalam kardus bersama sejumlah pakaiannya ke kantor pos.

Saat ditangkap, Dian membawa bom panci presto di dalam tas ranselnya.(tribun timur/tribunnews)

Baca: Follower Kunto Aji Beri Kesaksian Keluarga Pelaku Bom di Surabaya, Cita-cita Anaknya Bikin Kaget

Baca: Tiga Jalan Ditutup, Usai Bom Meledak di Polrestabes Surabaya

Baca: Beredar Rekaman CCTV di Polrestabes Surabaya, Ledakan Bom Berasal dari Pengendara Motor

Baca: Kabar Satpas Colombo Polrestabes Surabaya Kena Bom Dipastikan Hoax

 

Editor: ismed
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved