Aksi Teror Marak, Mantan Teroris Beri Pesan Menohok: 'Jangan Kasih Angin'!

Aksi teror yang dilancarkan oleh para teroris belakangan kerap terjadi. Berbagai daerah di Indonesia kini tengah was-was dan terus waspada.

DOK POLRI
Proses penyerahan diri para tahanan terorisme Rumah Tahanan Cabang Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5/2018). Semua tahana terorisme sebanyak 155 orang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada pihak aparat kepolisian RI. 

POSBELITUNG.CO - "Jangan kasih angin para teroris ini," ucap mantan teroris yang pernah ikut serta dalam aksi teror Bom Bali, begini pesan menohoknya untuk masyarakat Tanah Air.

Aksi teror yang dilancarkan oleh para teroris belakangan kerap terjadi.

Berbagai daerah di Indonesia kini tengah was-was dan terus waspada.

Makin banyak orang-orang yang dengan mudah saling curiga satu sama lain.

Hal itu termasuk wajar karena kejadian teror belakangan ini telah merengut banyak korban.

Apalagi keadaan dibuat semakin memanas saat berbagai video terkait kecurigaan masyarakat pada sekelompok orang menyebar.

Berbagai cara dilakukan pihak berwajib dan masyarakat sekita demi menjaga dari aksi terorisme yang belakangan memang cukup membuat was-was.

Namun terkadang, kini masyarakat terutama netizen di media sosial menjadi terpecah belah.

Tak jarang beberapa pihak menjadi memojokkan satu golongan.

Melihat hal itu, mantan teroris yang ikut serta dalam aksi Bom Bali, Ali Imron, pun memberikan pesan menohok untuk masyarakat Indonesia.

"Janganlah memberi angin pada para teroris dengan pernyataan-pernyataan yang sebenarnya nggak penting," ucapnya dalam tayangan Indonesia Lawyer Club Selasa lalu (15/5).

"Misalnya ada aksi dan justru menyalahkan Densus 88 akhirnya teroris seperti itu, ketika nanti kamu mengatakan seperti itu, teroris nanti kipas-kipas, karena merasa dibantu, merasa didukung, nah ini jangan," lanjutnya.

Pria yang juga menambahkan tentang komentar masyarakat yang mengatakan kalau aksi terorisme ini adalah rekayasa belaka guna menyudutkan suatu kelompok, hal itu ternyata justru akan memberi 'angin segar' bagi para teroris!

"Apalagi komentar seperti 'oh ini adalah rekayasa', oh kipas-kipas teroris. 'Oh ini adalah konspirasi', kipas-kipas juga teroris. Maka dari itu pentingnya kita sosialiasi pada masyarakat tentang apa toh sebenarnya teroris ini," paparnya.

Ia mengaku selama 14,5 tahun di penjara ia terus berusaha mensosialiasikan pada masyarakat apa itu teroris.

Maka dari itu, ia kerap memberikan sosialiasi tentang bagaimana cara pikir teroris ini, bagaimana menangani para teroris ini.

"Jadi saya mohon sekali pada masyarakat jangan sampai memberikan komentarnya atau analiasanya yang justru memberikan ruang pada para teroris ini,"

Apalagi dengan adanya media sosial, mempermudah masyarakat untuk berkomentar, yang bisa-bisa komentarnya justru menjadi angin segar para teroris ini.

Simak videonya berikut ini.

(Tribunstyle.com/Tisa Ajeng)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved