Breaking News:

Oknum PTT Beltim Ditangkap Terkait Postingan, Hartoyo: Pegawai Pemerintah Tak Etis Kritik Pemerintah

Ia menanggapi kasus salah seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pemkab Beltim, yang diciduk oleh aparat Polres Beltim karena diduga melakukan...

IST/Humas Pemkab Beltim
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Beltim, Hartoyo. 

POSBELITUNG.CO – Pegawai di Lingkungan Pemkab Belitung Timur diimbau agar bijak dalam menggunakan media sosial dan cerdas dalam mengeluarkan pernyataan di media sosial.

Tidak etis seorang pegawai pemerintah mengkritik ataupun menjelek-jelekan pimpinannya sendiri di media sosial.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Beltim, Hartoyo pada pers rilis yang diterima posbelitung.co, Kamis (17/5/2018).

Ia menanggapi kasus salah seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pemkab Beltim, yang diciduk oleh aparat Polres Beltim karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden RI.

“Dak boleh pegawai pemerintah kritik pemerintah, apalagi sampai jelek-jelekan lambang negara dan pimpinan di media sosial,” tegas Hartoyo.

Menurutnya ada mekanismenya jika ingin menyuarakan perubahan ataupun memberikan masukan terhadap pimpinan. Namun, dengan menghina apalagi memposting kebohongan bukanlah caranya.

"Kita kan masih diberikan hak politik, kalau ingin cari simpati orang jangan sampai fitnah orang lain. Apalagi sebagai pegawai pemerintah, harus mendukung pemerintah,” kata Hartoyo.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah itu menyebutkan tidak menutup kemungkinan ada sangsi yang menanti khususnya bagi pegawai pemerintah. Namun ia meminta agar pimpinan bijak, mengingat yang bersangkutan hanya sekedar iseng.

“Kalau ASN ada itu (sangsi) sesuai PP, tapi kalau untuk PTT tergantung pimpinan. Tapi harus hati-hati ambil tindakan karena yang bersangkutan hanya iseng,” ujarnya.  

Hartoyo pun berpesan agar kasus yang terjadi dapat dijadikan pembelajaran baik bagi pegawai pemerintah maupun masyarakat. Ia berharapmasyarakat tidak mudah latah dengan terus menyebar berita bohong.

“Ini pembelajaran bersama. Kita ingatkan agar masyarakat cerdas dan bijak menggunakan media social. Jangan latah menyebarkan fitnah dan kebohongan apalagi yang mengandung ujaran kebencian,” pintanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved