Ribuan Sertifikat Tanah di Kabupaten Belitung Program PTSL Masih Tertahan di BPN

Meski masuk program PTSL, 3000 pemilik sertifikat tanah tersebut masih dibebankan membayar BPHTB.

Ribuan Sertifikat Tanah di Kabupaten Belitung Program PTSL Masih Tertahan di BPN
Pos Belitung/Disa Aryandi
Anton Jumantoro. Pos Belitung/Disa Aryandi 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sekitar 3000 sertifikat tanah milik warga masih tertahan di Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Belitung.

Ribuan sertifikat tanah tersebut merupakan program nasional Presiden Joko Widodo (Jokowi) Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL).

Sertifikat tanah yang sudah diterbitkan pada tahun 2017 tersebut, belum bisa dibagikan.

Hal ini dikarenakan pemohon belum bisa melunasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Meski masuk program PTSL, 3000 pemilik sertifikat tanah tersebut masih dibebankan membayar BPHTB.

"Itu yang menjadi kendala sekarang ini, sampai sekarang belum bisa dibagikan kepada pemohon (karena belum bayar BPHTB). Itu yang tahun 2017 kemarin, ada sekitar 3000 pemilik sertifikat yang belum dibagikan," kata Kepala Kantor BPN Kabupaten Belitung Anton Jumantoro kepada posbelitung.co, Minggu (20/5/2018).

Dari 3000 sertifikat program PTSL 2017 kemarin, yang mendapatkan sertifikat tanah baru sekitar 100 orang pemohon.

Itu merupakan warga yang telah membayar BPHTB dengan nilai tidak terlalu tinggi.

Sehingga penyerahan pembuatan sertifikat gratis tersebut sudah dilakukan secara simbolis.

"Tapi yang tersisa lainnya masih banyak, dan ganjelnya memang BPHTB itu. Yang belum dibagi itu Membalong dan Simpang Rusa, nah yang terhutangnya kami, karena sistemnya bayar BPHTB dulu baru sertifikat diberikan," ucapnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved