Breaking News:

Keterbatasan Fisik Tak Menghalangi Kristian Berkarya, Produksi Berbagai Kerajinan Tangan

Mengandalkan jiwa seni dan usahanya, ia kini bisa memproduksi berbagai kerajinan tangan bernilai ekonomis. Bahkan kini Kristian mempunyai...

Kristian Ipanto 

PUKULAN berat harus dirasakan Kristian Ipanto saat berumur 25 tahun. Ia harus kehilangan kakinya akibat penyakit yang dideritanya. Keadaan ini membuat pria 43 tahun ini pesimis menghadapi hidupnya.

Namun perjuangannya kini mendapatkan hasil. Ia bisa berkreativitas dan mendapatkan hasil materi untuk menunjang hidup. Mengandalkan jiwa seni dan usahanya, ia kini bisa memproduksi berbagai kerajinan tangan bernilai ekonomis.

Bahkan kini Kristian mempunyai UKM sendiri bernama UKM Beguyor. Berbagai kerajinan tangan seperti tas rajut, plakat/piala, kaligrafi, gantungan kunci, tempelan magnet kulkas dan pajangan dinding menjadi produk unggulan UKM-nya.

Usahanya dimulai saat ia pulang ke Belitung pada 2016 setelah sempat tinggal di Palembang. Kondisi tubuhnya membuat Kristian berkeinginan membentuk komunitas penyandang cacat. Terbentuklah Ikatan Keluarga Penyandang Dehabilitas Belitung (IKPDB).

"Ada tempat yang tidak dimanfaatkan, sayang kalau dianggurin. Kita juga lihat ada potensi untuk usaha disini, pariwisata makin berkembang, jadi ada peluang disana," ujar Kristian kepada Pos Belitung, Sabtu (26/5/2018).

Keaktifan Kristian dalam membentuk komunitas dan berwiraswasta dilirik Dinas Sosial yang membentuk organisasi sekretariat di LBK Loka Bina Karya. Disitu Kristian ditunjuk sebagai koordinator. LBK tersebut beranggotakan 25 orang.

Di LBK tersebut Kristian mendapatkan pelatihan pembuatan kerajinan tangan. Bahkan melalui wadah ini, ia juga mendapatkan modal usaha dari BRI sebesar Rp 7,5 juta. Dari sini ia membentuk UKM Beguyor.

Memanfaatkan sedikit tempat di Jalan A Yani RT 02/01, Air Rayak, Tanjungpandan, Kristian memulai usahanya. Modal tersebut diperuntukkan untuk bahan baku kerajinan tali kur. Dari pelatihan sebelumnya, ia mendapat keahlian untuk membuat kerajinan dari bahan resin.

Saat ini ia bisa memproduksi dua tas rajut dalam satu hari. Biasanya pembuatan tas ini berdasarkan pesanan dan untuk dipasarkan anggota komunitasnya. Harga dibandrol Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu perbuah.

"Kalau tidak ada pesanan yang memasarkan masing-masing anggota. Kita terkendala outlet untuk penjualan, jadi masih mengandalkan individu," terang Kristianto.

Selain itu, Kristian juga memproduksi plakat. Pembuatan satu plakat memakan waktu selama 2 hari. Harga tergantung design atau tingkat kesulitan dalam pembuatan. Bandrol harganya mulai Rp 400 ribu hingha Rp 750 ribu.

Sedangkan kerajinan kaligrafi dijual dengan harga Rp 250 ribu perbuah dan gantungan kunci Rp 7 ribu perbuah. Peminat bisa datang langsung ke rumah produksi maupun menghubungi nomor ponsel 081995611914.

Kristian mengaku hingga saat ini menemui kendala pemasaran produk karena ketidakadaan outlet penjualan miliknya. Selain itu juga keseriusan anggotanya dalam melahirkan produk UKM.

"Selain produksi kerajinan jua menjahit pakaian. Produksi kebanyakan karena pesanan dari orang," kata Kristian.

Kristian mengimbau para penyandang cacat tidak putus asa dan terus berkarya. Menurutnya keterbatasan fisik tidak bisa menghalangi seseorang berkarya bila mempunyai keinginan dan tekat yang kuat. (cla)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved