Jelang Idul Fitri, Dispertan Bangka Pantau Sapi-Sapi Di RTH
RPH yang dikelola Pemkab Bangka sudah memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia melalui perizinan satu pintu.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
POSBELITUNG.CO - Dinas Pertanian Kabupaten Bangka meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) baik milik Pemerintah Kabupaten Bangka maupun yang dikelola oleh warga, Kamis (31/5/2018) di Jalan lingkungan Jelitik dan Rambak Sungailiat.
Peninjauan ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan RPH dalam pemotongan sapi guna kebutuhan selama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.
Diakui Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman pihaknya melihat stok sapi yang ada, kebersihan kandang dan tempat pemotongan sapi.
"Untuk tempat pemotongan sapi sudah sesuai standar nasional karena tempat pemotongan ini sudah bekerjasama dengan pihak Ausralia yang memasok sapi langsung dari Australia," jelas Kemas kepada Bangka Pos.
Untuk pemeriksaan kesehatan sapi-sapi yang ada di RTH rutin dilaksanakan oleh dokter hewan di Dinas Pertanian Kabupaten Bangka saat masuk ke RTH. Jika dinyatakan sehat maka sapi-sapi yang akan dipotong bisa masuk ke kandang isolasi RTH, sedangkan bagi sapi yang sakit dimasuk ke kandang lain.
Dari pantauan yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka untuk sapi-sapi yang ada di rumah pemotongan hewan di Jalan Jelitik ini terlihat sehat.
"Ini yang dilakukan sebelum sapi itu dipotong. RPH kita ini milik pemerintah Kabupaten Bangka karena dikelola oleh pihak yang kami tugas untuk mengelola ini termasuk dengan bagaimana mekanisme pemotongan dan lainnya. Retribusi kita dari sini juga karena kita menyiapkan sarana dan prasarana dan tenaganya," kata Kemas.
Dengan keberadaan RPH ini diakuinya, untuk kesehatan lingkungan tidak ada bau yang mengkhawatirkan dan tidak tercemar bau sehingga bisa dikategorikan sehat untuk lingkungan.
Selain itu RPH yang dikelola Pemkab Bangka tersebut sudah memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia melalui perizinan satu pintu.
Dari hasil pantauan pihaknya di lapangan baik dari sapi-sapi budidaya maupun yang datang dari luar melalui pedagang sapi musiman kondisinya aman.
Untuk di RPH yang dikelola Pemkab Bangka sendirian saat ini ada enam ekor sapi jenis Brahman Cross dari Australia.
Pihaknya sudah memantau jika ada penyakit kuku dan kulit, dan juga penyakit antrax yang dikhawatirkan bisa berbahaya untuk konsumen.
Namun dari pantauan pihaknya tidak ditemukan terindikasi sapi-sapi yang menderita penyakit kuku maupun antrax.
"Kita pantau terus baik untuk kesehatannya kita kerja sama dengan Balai Veteriner Lampung untuk mengeceknya. Kita kirim spesimen darahnya ke Lampung nanti dari laboratorium di sana yang membuat statement apakah positif dan negatif terserang penyakit," jelas Kemas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/memantau-kondisi-sapi-sapi-di-rumah-potong-hewan_20180531_125602.jpg)