Breaking News:

ISIS Rencanakan Pembunuh Pangeran George di Sekolahnya, Begini Kesaksian Pendukungnya

Selain mengancam keluaga kerajaan, ia juga mendorong para pengikut untuk meracuni es krim yang dijual...

Richard Pohle/AFP/Getty Images
Pangeran George saat hari pertama memulai sekolahnya, pada 7 September 2017 

Teroris berusia 32 tahun itu mengirim pesan kepada kelompok tersebut, sebelum akhirnya berbagi alamat lengkap dan kode pos sekolah tempat George belajar, menurut BBC.

Ia juga mengatakan kepada para pengikut ISIS bahwa sekolah George itu dimulai lebih awal.

Selain mengancam keluaga kerajaan, ia juga mendorong para pengikut untuk meracuni es krim yang dijual di area publik dan menyerang stadion sepak bola, bahkan merencanakan pembuatan kiat-kiat untuk melakukan serangan tunggal yang akan dimuat dalam majalah daringnya, menurut Sky News.

Jaksa mengatakan, pembuat web yang merupakan seorang pengangguran itu melakukan kontak dengan teroris ISIS lainnya yang berada di Suriah yang disebut sebagai 'Rapunzel'.

Ia mengirimkan informasi tentang cara membuat bahan peledak dan menembak jatuh pesawat.

Berita tentang ancaman terhadap Pangeran George kali pertama dipublikasikan pada Oktober lalu oleh media Inggris.

Rashid ditangkap di rumahnya satu bulan kemudian, yakni pada November 2017 dan ia melemparkan ponsel yang biasa ia gunakan untuk berkomunikasi dengan para pengikut ISIS lainnya ke gang di dekat rumahnya, menurut BBC.

(Tribunnews/Fitri Wulandari) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pendukung ISIS Akui Rencana Pembunuhan Terhadap Pangeran George di Sekolahnya

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved