Breaking News:

Berlagak Lakukan Terapi Otak dengan Perlihatkan Video Porno, Kakek Ini Malah Cabuli Korbannya

Hingga korban melucuti semua pakaiannya. Terdakwa terus menggosok batu itu ke seluruh badan korban, sembari...

net
Ilustrasi 

POSBELITUNG.CO, DENPASAR - Hakim Ketua I Gde Ginarsa mengingatkan Hilmi Asni alias Pak Asni alias Pak Bayu (69) agar tobat, tidak mengulangi lagi perbuatannya di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (6/6/2018).

Kakek Isni diganjar pidana tujuh tahun penjara, karena terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Diketahui, Kakek Isni berdalih sebagai penyembuh alternatif (dukun), tapi justru memperdaya pasien dan calon pasiennya.

Bukannya disembuhkan, justru ia melakukan tindakan cabul terhadap pasiennya.

Bahkan pencabulan dilakukan juga terhadap pasien dibawah umur berusia 11 tahun.

"Jangan ulangi perbuatan ini, karena membuat trauma terhadap anak. Bapak tobat ya. Bapak ini sudah tua," kata Hakim Ketua Gde Ginarsa usai terdakwa menyatakan menerima vonis hakim.

ASCs
Terdakwa Hilmi alias kakek Bayu sebelum menjalani sidang di PN Denpasar, Selasa (16/5/2018). Dia dituntut sembilan tahun penjara dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. (Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa)

Mendengar nasehat dari hakim, Kakek Isni hanya menganggukan kepala, tanda mengiyakan.

Selain terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Peggy E Bawengan juga menyatakan menerima vonis tersebut.

Sejatinya vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa.

Sebelumnya, Jaksa Peggy menuntut Kakek Asni dengan pidana penjara sembilan tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved