Video Orangutan Coba Melawan Alat Berat di Hutan Kalimantan

Video berjudul Orangutan Melawan Bulldozer yang Menghancurkan Hutan Indonesia viral melalui jejaring media sosial Facebook dan Twitter.

Video Orangutan Coba Melawan Alat Berat di Hutan Kalimantan
Video orangutan melawan buldoser di Kalimantan viral di media sosial. 

POSBELITUNG.CO - Video berjudul Orangutan Melawan Bulldozer yang Menghancurkan Hutan Indonesia viral melalui jejaring media sosial Facebook dan Twitter.

Video yang dipublikasikan oleh NowThis, portal berita berbasis video asal AS itu sudah ditonton lebih dari 5,4 juta kali melalui akun Facebook NowThis.

NowThis mengunggah video tersebut pada Kamis (7/6/2018). Hingga Jumat (8/6/2018) malam WIB, video di Facebook itu sudah dibagikan ulang oleh 139 ribu pengguna Facebook. 

Ada lebih dari 4000 komentar dalam sehari pada video yang memperlihatkan aksi orangutan di hutan Sungai Putri Kalimantan.

Sementara di akun Twitter NowThis, video serupa sudah ditonton 2,2 juta pengguna akun Twitter. Disukai lebih dari 22 ribu pengguna Twitter dan dibagikan ulang (retweet) oleh 17 ribu pengguna sejak diunggah pada Rabu (6/6/2018).

Dalam video terlihat orangutan berjalan di atas batang pohon yang telah tumbang mendekati buldoser. Alat berat itu terlihat bergerak saat orangutan menghampiri dan coba meraih bagian depan buldoser.

Orangutan itu melompat ke arah buldoser sebelum menjatuhkan diri ke tanah di antara ranting dan batang pohon yang telah dihancurkan.

Situs NowThis menulis ada lebih 1.000 orangutan tinggal di hutan Sungai Putri yang berada di wilayah Kaupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Menurut NowThis hutan itu adalah satu dari habitat terakhir orangutan Kalimantan yang tersisa di dunia. Disebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah berjanji untuk melindungi daerah tersebut dari eksploitasi komersial.

Tahun lalu, diberitakan oleh BBC, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menginstruksikan agar semua pembangunan di Sungai Putri, Kalimantan Barat, segera dihentikan karena masuk dalam Peta Indikatif Restorasi Gambut.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved