Usai Belanja Lebaran, Kapal Bermuatan 38 Penumpang Tenggelam, 14 Orang Meninggal Dunia

Namun, saat itu kapal tersebut telah sarat dengan penumpang beserta barang belanjaan keperluan Lebaran.

Usai Belanja Lebaran, Kapal Bermuatan 38 Penumpang Tenggelam, 14 Orang Meninggal Dunia
Kolase Tribun Video
Insiden Kapal Karam di Selat Makassar, 14 Orang Meninggal, Puluhan Lainnya Belum Ditemukan 

POSBELITUNG.CO, MAKASSAR - Kepolisian masih menyelidiki penyebab tenggelamnya kapal motor (KM) Arista di perairan Gusung Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6/2018) kemarin.

Akibat kecelakaan tersebut, 14 penumpang meninggal.

Kesaksian penumpang selamat, Mayang (21), kapal yang ditumpanginya dihantam ombak besar.

"Seingat saya ada ombak besar yang hantam kapal, tidak lama setelah itu air sudah masuk," ujar Mayang saat ditemui di Rumah Sakit Jala Ammari TNI AL Makassar.

Menurutnya, air dengan cepat memasuki badan kapal hingga akhirnya kapal tenggelam.

Mayang bersyukur karena dirinya bisa melompat dan berenang sebelum kapal nahas itu tenggelam.

"Untung saya bisa berenang. Jadi, mungkin ada sekitar 15 menit saya berenang langsung ada pertolongan," ujarnya.

Mulanya, KM Arsita berangkat dari pelabuhan rakyat Paotere menuju Pulau Barang Lompo menuju Pelabuhan Paotere Makassar pada pagi hari.

Kapal tersebut kembali melakukan perjalanan dari Pelabuhan Paotere Makassar pada siang hari.

Namun, saat itu kapal tersebut telah sarat dengan penumpang beserta barang belanjaan keperluan Lebaran.

Setidaknya saat itu kapal mengakut 38 penumpang.

Baru sekitar 5 mil meninggalkan dermaga atau sekitar pukul pukul 12.45 WITA, kapal dihantam ombak besar.

Kapal pun terbalik dan perlahan tenggelam.

Menurut Mayang, myoritas penumpang merupakan warga Pulau Barang Lompo.

Mereka sengaja menumpangi kapal ke Kota Makassar untuk keperluan berbelanja kebutuhan Lebaran.

Dia ke Makassar bersama dengan temannya yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

"Saya bersama temanku ke Makassar beli keperluan lebaran termasuk beli baju," katanya.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani menyatakan hasil penyelidikan sementara, KM Arista mengangkut 38 penumpang.

Sebanyak 14 penumpang meninggal akibat kecelakaan tersebut.

Sebanyak 8 orang meninggal di Rumah Sakit Jala Ammari TNI AL Makassar dan enam lainnya dinyatakan meninggal tewas saat dievakuasi di Pulau Barang Lompo.

Ia membenarkan sebagian besar penumpang di kapal tersebut hendak mudik dari Pelabuhan Paotere, Makassar menuju Pulau Barang Lompo.

Sebagian penumpang adalah ibu-ibu dan anak-anak.

Kapal tersebut adalah milik pribadi dan bukan kapal angkutan umum.

Oleh karena itu, kepolisian tidak menemukan data manifes penumpang.

Jaket pelampung atau life jacket juga tidak ada saat kapal tersebut melakukan saat berlayar ke tengah laut.

Hal itu mengakibatkan petugas kesulitan melakukan pendataan dan penyelidikan.

"Kapasitas jumlah penumpang sekitar 60-70 orang. Ini kapal pribadi dengan nama kapal KM Arsita,"ujar Dicky.

"Tidak ada life jacket di penumpang saat ditemukan," tambah Dicky.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan AKP Benny Pornika mengatakan KM Arsita diduga kelebihan muatan sehingga tenggelam.

"Perahu antarpulau yang memuat sekitar 30 orang penumpang. Karamnya di sekitar Paotere dan Pulau Barang Lompo,"ujarnya.

Hingga kini, polisi masih mencari sejumlah korban. Diduga masih ada korban yang terombang-ambing di tengah laut.

"Diturunkan semua satuan dari Serse, Polair, dan Lantas, juga bekerja sama dengan Basarnas," ujarnya. (Tribun Network/alf/coz)

Editor: aladhi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved