Pilkada Serentak

Koalisi Partai Gerindra dan PKS Kalah di Pilgub Jawa, Lumbung Suara Nasional

Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera berusaha tetap mesra menghadapi pemilu presiden 2019

Koalisi Partai Gerindra dan PKS Kalah di Pilgub Jawa, Lumbung Suara Nasional
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (keempat kanan) dan tokoh serta ulama PKS menghadiri acara puncak Milad ke-20 PKS di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). ANTARA FOTO/Arif firmansyah/ama/18 (ARIF FIRMANSYAH) 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA -- Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera berusaha tetap mesra menghadapi pemilu presiden 2019.

Kemesraan tersebut dijaga dengan membangun koalisi dalam Pilkada Serentak 2018.

Kedua parpol itu berkoalisi dalam tiga Pilkada Provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Ketiga provinsi itu merupakan lumbung suara secara nasional lantaran besarnya total suara pemilih.

Namun, hasil hitung cepat atau quick count dalam tiga Pilkada tersebut menunjukkan, koalisi keduanya kalah di seluruh pilkada.

Dalam Pilkada Jabar, Gerindra dan PKS mengusung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).

Hasil hitung cepat Litbang Kompas, pasangan ini menempati urutan kedua dengan perolehan 29,53 persen suara.

Pasangan tersebut kalah dibanding pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang memperoleh 32,54 persen.

Dalam Pilkada Jawa Tengah, Gerindra-PKS mengusung pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah. Pasangan ini ditambah dukungan PKB dan PAN.

Hasil hitung cepat Litbang Kompas, pasangan ini memperoleh 41,66 persen.

Sementara penantangnya, Ganjar Pranowo-Taj Yasin memperoleh 58,34 persen suara.

Sementara dalam Pilkada Jatim, Gerindra dan PKS ikut mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Soekarnoputri, yang dari awal diusung PDI-P dan PKB.

Hasil hitung cepat Litbang Kompas, pasangan ini memperoleh 46,64 persen.

Sementara penantangnya, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak memperoleh 53,36 persen.

Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017). Aksi dari Crisis Center for Rohingya PKS bersama ormas-ormas Islam tersebut menyuarakan dihentikannya kekerasan dan dikembalikannya hak kewarganegaraan etnis Rohingya./ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017). Aksi dari Crisis Center for Rohingya PKS bersama ormas-ormas Islam tersebut menyuarakan dihentikannya kekerasan dan dikembalikannya hak kewarganegaraan etnis Rohingya.

Berdasarkan pantauan beberapa lembaga yang menggelar quick count, koalisi Gerindra-PKS menang dalam dua pilkada provinsi, yakni di Sumatera Utara dan Kalimantan Timur.

Di Pilkada Sumut, Gerindra-PKS ikut mengusung pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Berdasarkan quick count SMRC, Edy-Musa memperoleh 58,81 persen.

Sementara penantangnya, pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus memperoleh 41,19 persen.

Adapun dalam Pilkada Kaltim, Gerindra-PKS mengusung pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

Berdasarkan hasil quick count LSI Denny JA, pasangan ini unggul dibanding pasangan Rusmadi-Safaruddin.

 
//
Editor: tidakada023
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved