Selisih 906 Pelajar, Lulusan SMP di Basel Akan Kesulitan Melanjutkan ke SMA
Peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SLTA tahun ajaran 2018 di Kabupaten Bangka Selatan dipastikan melebihi kapasitas.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli
POSBELITUNG.CO -- Peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SLTA tahun ajaran 2018 di Kabupaten Bangka Selatan dipastikan melebihi kapasitas. Bahkan tak menutup kemungkinan, mereka terancam kesulitan mencari sekolah lantaran kuota kelulusan siswa jenjang SMP lebih banyak ketimbang jumlah siswa lulusan tingkat SLTA yang lulus tahun ini.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan mencatat jumlah keseluruhan pelajar SMP sebanyak 2.815 pelajar. Sementara jumlah pelajar SLTA yang lulus hanya 1.909. Jadi bisa dipastikan terdapat selisih 906 pelajar dari jumlah 1.909 pelajar SMA yang lulus tahun ini.
" Kala di tingkat SD ke SMP tidak ada masalah. Yang kami khawatirkan untuk jenjang SMP ke SLTA ini. Karena ada selisih sekitar 900 lebih lebih siswa yang lulus jenjang SMP dan bakal masuk SLTA. Sedangkan kelulusan tingkat SLTA tahun ini hanya 1.909 pelajar," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Edy Supriadi, Jumat (6/7/2018)
Segera Koordinasi Dengan Dinas Pendidikan Tingkat Provinsi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Edy Supriadi, mengatakan daya tampung Sekolah Menengah Pertama(SMP) sederajat, mencakup 102 rombongan belajar. Tiap-tiap rombongan belajar itu terdapat 36 siswa-siswi yang menempatinya.
Sementara jumlah keseluruhan siswa-siswi lulusan atau tamatan SMP sebanyak 2.815 yang akan melanjutkan ke SMA. untuk pelajar jenjang SD yang bakal melanjutkan ke SMP sebanyak 3.404. Rasionya sekarang rata-rata 1 banding 25 orang untuk SMP.
" jadi kalau untuk kapasitas ruangan SMP semuanya bisa terpenuhi walaupun dengan menerapkan sistem zona setiap wilayah," katanya. Sedangkan data kelulusan SMA tahun 2018 ini, 1.909 siswa sehingga ada selisih 906 siswa dari jumlah pelajar SMP yang akan melanjutkan ke SMA. Nah, karena SMA ini kewenangannya ada di provinsi jadi kami akan berkodinasi terlebih dahulu," ujar Eddy kepada Bangka Pos, Jumat (6/7/2018)
Dirinya berharap seluruh pelajar jenjang SMP bisa melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dan semuanya bisa terakomodir. Untuk itu secepatnya pihak Dikbud Basel akan berkordinasi dengan dinas Pendidikan Provinsi Babel, menyiasati membludaknya kuota pelajar SMP ke jenjang SLTA.
"Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan Provinsi, jangan sampai ada anak-anak (pelajar) Basel yang tamatan SMP tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA. Harapan kita, semuanya terakomodir dan bisa melanjutkan sekolah," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/siswa-siswi-smp-negeri-6_20180525_120827.jpg)