Breaking News:

Semua Ludes Terbakar, Al Quran Milik Nuryanto Masih Utuh, Ini Kisahnya

Kebakaran menimpa sebuah rumah di Dusun Kewengen Desa Karangduwur Kecamatan Kalikajar Wonosobo, Rabu pagi (4/7) lalu.

Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Kitab suci Alquran utuh tak terbakar saat rumah Nuryanto di desa Karangduwur Kalikajar Wonosobo dan seisinya ludes terbakar. 

POSBELITUNG.CO- Kebakaran menimpa sebuah rumah di Dusun Kewengen Desa Karangduwur Kecamatan Kalikajar Wonosobo, Rabu pagi (4/7) lalu.

Rumah kayu milik seorang petani, Nuryanto itu ludes terbakar, beserta seluruh isinya.

//

Tiada harta yang terselamatkan. Usai api padam, yang tersisa hanyalah puing reruntuhan yang menghitam.

Di sebuah kamar yang menjadi pusat kobaran, ada yang mencoba mengais puing reruntuhan. Seluruh isi kamar habis terbakar.

//

Tetapi tidak untuk sebuah benda berbentuk persegi panjang yang ditemukan di balik puing.

Hingga warga memastikan, benda itu adalah kitab yang disucikan, Al Quran. Kitab itu jadi satu-satunya benda yang selamat dari amukan si jago merah.

Warga meyakininya sebagai keajaiban yang tak masuk akal. Bagaimana mungkin, ada benda yang luput dari sambaran api saat bencana itu terjadi.

"Itu keajaiban. Karena semuanya ludes terbakar,"kata Kepala Desa Karangduwur Kecamatan Kalikajar Wonosobo, Sujoko, Sabtu (7/7)

Kitab Alquran yang selamat dari kebakaran itu pun seketika jadi pusat perhatian di area bencana.

Sebagian warga yang menyaksikannya tak berujar kata lain, kecuali mengagungkan Ilahi yang berkuasa atas semua hal.

Kitab berbahan kertas tersebut hanya hangus pada pinggirannya. Adapun tulisan ayat di dalam kitab itu masih utuh dan tak tersentuh api.

Padahal, menurut Sujoko, kitab Alquran itu berada di kamar Nuryanto yang menjadi sumber kobaran api.

Musibah itu menjadi ujian berat bagi keluarga Nuryanto. Saat kebakaran terjadi, rumah itu dalam kondisi kosong dan terkunci.

Penghuni rumah itu tengah beraktivitas di ladang saat kebakaran terjadi.

Ratusan warga yang menyaksikan kejadian itu bahu membahu memadamkan api dengan alat seadanya.

Namun nahas, api lebih cepat melahap seluruh bangunan rumah dan seisinya sebelum berhasil dipadamkan.

Seluruh harta benda tak terselamatkan. Sebuah sepeda motor yang belum lama dibeli juga hangus dilalap api. Uang tabungan Rp 68 juta yang disimpan di rumah pun lenyap terbakar.

Yang menyedihkan, Nuryanto belum sempat menikmati uang hasil penjualan tanahnya itu. Uang itu baru saja diterimanya dari pembeli pada malam sebelum rumahnya terbakar.

Keluarga Nuryanto harus menderita kerugian ratusan juta rupiah karena musibah itu.

Rumah Nuryanto ternyata menjadi salah satu sasaran program bedah rumah oleh pemerintah. Tahun 2018 ini, rumah yang kini tinggal puing itu sejatinya akan dibedah melalui bantuan Pemerintah Provinsi Jateng sebesar Rp 10 juta.

"Rencananya itu mau dibedah,"katanya. (*)

//
 
Editor: Khamelia
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved