Breaking News:

Aksi Suami Istri Gagal Meledakkan Bom Panci di Mapolres Indramayu

Dua orang yang berboncengan sepeda motor menerobos masuk ke Polres Indramayu, namun gagal meledakkan bom panci.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
Kapolda Jabar, Agung Budi Maryoto saat konferensi pers pelemparan bom panci yang dilakukan pasutri di Mapolres Indramayu, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Indramayu, Minggu (15/7/2018). 

"Keduanya (pasangan suami istri GL dan AN) juga sudah diamankan Densus 88," ujar Agung Budi Maryoto.

Kapolda menduga ketujuh terduga teroris itu berkaitan dengan aksi bom bunuh diri di Surabaya dan kerusuhan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Densus 88 Antiteror telah menggeledah dua rumah di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Minggu.

Dua rumah itu milik GL dan MK yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual kue di pasar.

"Tadi sebelum petugas melakukan penggeledahan, izin dulu ke kami," ujar Tarli, Ketua RW 26, Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang.

Namun Tarli mengaku tak mengetahui apakah GL dan MK terkait kasus pelemparan bom panci di Polres Indramayu.

Menurut Tarli, Densus 88 menggeledah kedua rumah itu sekira pukul 08.00.

"MK katanya sudah ditangkap lebih dulu. Sedangkan GL sempat lari ke rumah pamannya sebelum ditangkap," kata Tarli.

Sejumlah barang disita dari lokasi itu.

"Tadi terlihat ada panah, buku-buku, dan lainnya," kata Tarli.

Menurutnya, MK merupakan paman GL. (tribunjabar)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved