Breaking News:

Nama Ahok Diteriakin Sekelompok Orang Saat Anies Resmikan Revitalisasi Lapangan Banteng

Pendukung Ahok (Ahoker) berkemeja kotak-kotak meramaikan peresmian revitalisasi Lapangan Banteng

facebook
Gubernur Anies meresmikan Lapangan Banteng yang revitalisasinya dimulai saat zaman Ahok, Rabu (25/7/2018) malam 

Semua sebenarnya berjalan relatively lancar. Lalu transisi gubernur terjadi dan akhirnya segala sesuatu jadi sangat pelan, proses jadi sangat birokratis, di lempar kesini sono, seakan akan mau memberi CSR yang nilainya miliaran rupiahpun itu mengemis untuk perhatian pemprov yang baru.

Tanggal peresmian berubah berkali2 bahkan yang terakhir sudah cocokan dengan jadwal direksi sponsor tapi di ganti h-1 karena pak wagub perlu ke Amerika studi banding

Anyways, this project is one of Pak Ahok's lasting legacy yang dari awal project selalu diskusi secara pribadi dengan saya dan yang beliau tidak berhenti-henti memikirkan bagaimana memaksimalkan taman ini untuk kebaikan masyarakat, memberikan akses kepada orang-orang yang kurang mampu supaya bisa mendapat fasilitas terbaik, menjalankan keadilan sosial bagi SELURUH rakyat Jakarta

Alangkah tidak eloknya kerja keras seseorang di klaim oleh orang lain. Itu akhlak yang kurang baik dan sebagai warga Jakarta yang peduli, saya juga hanya mau mengingatkan.

fadjroelrachman
dari RyanGozali > Resharing foto ini karena ada yang klaim lapangan banteng dirancang dari 0 oleh bapak anies. Projek lapangan banteng yang seluas 9 hektare ini ini merupakan Projek yang 100% didanai oleh CSR. Sinar Mas untuk sisi taman dan monumen, McDonalds Indonesia untuk sisi lapangan olahraga. Saya pribadi terlibat dari awal dan mempertemukan McD dengan pemprov di awal 2016 supaya bisa dibangun tanpa uang rakyat tapi dinikmati oleh semua Proses memakan waktu cukup lama karena status lapangan banteng yang merupakan cagar budaya & lapangan umum terpenting kedua setelah monas. Oleh karena itu desain approval harus melalui komite cagar budaya yang terdiri dari sesepuh2 seniman Jakarta yang idealis. Saya pribadi bolak balik ke kota tua (kantor cagar budaya), kantor dinas perhutanan (ks tubun) & kantor disorda (Jakarta timur) untuk memperjuangkan approval yang alot. Bahkan harus bolak balik meeting 3x hanya untuk bahas rumput artificial vs rumput sintetis di wilayah bagian sport. Grand desainpun di desain oleh arsitek ternama Pak Yori Antar yang bolak balik sama saya untuk mengubah-ubah detail desain agar bisa di approve oleh komite cagar budaya Semua sebenarnya berjalan relatively lancar. Lalu transisi gubernur terjadi dan akhirnya segala sesuatu jadi sangat pelan, proses jadi sangat birokratis, di lempar kesini sono, seakan akan mau memberi CSR yang nilainya miliaran rupiahpun itu mengemis untuk perhatian pemprov yang baru. Tanggal peresmian berubah berkali2 bahkan yang terakhir sudah cocokan dengan jadwal direksi sponsor tapi di ganti h-1 karena pak wagub perlu ke Amerika studi banding Anyways, this project is one of Pak Ahok's lasting legacy yang dari awal project selalu diskusi secara pribadi dengan saya dan yang beliau tidak berhenti-henti memikirkan bagaimana memaksimalkan taman ini untuk kebaikan masyarakat, memberikan akses kepada orang-orang yang kurang mampu supaya bisa mendapat fasilitas terbaik, menjalankan keadilan sosial bagi SELURUH rakyat Jakarta Alangkah tidak eloknya kerja keras seseorang di klaim oleh orang lain. Itu akhlak yang kurang baik dan sebagai warga Jakarta yang peduli, saya juga hanya mau mengingatkan :D
instagram.com/fadjroelrachman

Baca: Mau Nonton Konser Jambul Khatulistiwa Syahrini di Posisi Terdepan Bayar Dulu Rp 25 Juta

Spanduk pendukung Ahok di revitalisasi Lapangan Banteng, Rabu (25/7/2018).
Spanduk pendukung Ahok di revitalisasi Lapangan Banteng, Rabu (25/7/2018). (KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

Peresmian dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama pihak swasta yang mendanai revitalisasi Lapangan Banteng.

Bagaimana respons Anies?

Ia  menanggapi santai keberadaan pendukung Ahok dalam peresmian revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/7/2018) malam.

Baca: Marissa Geram Dengan Ibu yang Sibuk Urusi Dirinya Dikira Kasih Susu Formula Urus Dirimu Sendiri

Anies mengatakan, kedatangan mereka adalah haknya sebagai warga Jakarta.

"Oh, setiap warga memiliki hak yang sama untuk menikmati tempat ini," kata Anies di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu malam.

Anies berharap Lapangan Banteng dapat menjadi tempat interaksi warga dengan berbagai perbedaan.

"Mudah-mudahan tempat ini jadi interaksi semua dengan latar belakang apa pun, pandangan apa pun," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Ismed Hasanuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved