Breaking News:

Bos Facebook 'Terdepak' dari 10 Besar Orang Terkaya di Amerika

Zuckerberg mengatakan pada hari Rabu (25/7/2018) perusahaannya akan terus berinvestasi dalam keamanan dan privasi.

Dailywire.com
Dari minum kopi hingga menyisipkan pidato motivasi. Ada juga yang pergi ke tempat gym, membaca koran, atau menghindari menonton televisi. Begitulah cara Mark Zukcerberg, Bill Gates, dan orang-orang besar lainnya memulai hari mereka. 

POSBELITUNG.CO - Kerugian besar dialami oleh Co-Founder dan CEO Facebook Mark Zuckerberg pada hari Kamis, (26/7/2018) setelah saham media sosial miliknya anjlok 19 persen.

Hal itu yang menyebabkan kapitalisasi pasar Facebook menguap lebih dari 119 miliar dollar AS hanya dalam satu hari.

Menurut WSJ Market Data Group, seperti dilansir oleh Fox Business, Jumat (27/7/2018), penurunan tersebut merupakan yang terburuk bagi perusahaan.

Hal itu berdampak pada kekayaan Zuckerberg yang ambal sekitar 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 217 triliun (kurs Rp 14.500 per dollar AS).

Sebelum penurunan stok ini, Mark Zuckerberg adalah orang terkaya kelima di Amerika pada 2018 dengan kekayaan bersih 71 miliar dollar AS, menurut Daftar Miliuner Forbes.

Mempertimbangkan kerugian Kamis kemarin, kekayaan bersihnya merosot ke sekitar 55,9 miliar dollar AS.

Ini akan menghapus Zuckerberg dari daftar 10 teratas yang menempatkannya ke posisi 11 di bawah co-founder Oracle, Larry Ellison.

Zuckerberg mengatakan pada hari Rabu (25/7/2018) perusahaannya akan terus berinvestasi dalam keamanan dan privasi.

Biaya akan meningkat 50-60 persen tahun ini karena Facebook berinvestasi dalam keamanan data, teknologi baru dan inisiatif lainnya.

Facebook telah menghadapi banyak tantangan, termasuk sejak laporan tentang keamanan data perusahaan seperti yang disebutkan British Cambridge Analytica telah mengakses data pribadi secara tidak benar hingga 87 juta pengguna.

Saham perusahaan langsung jatuh setelah skandal ini.

Facebook menghasilkan 1,74 dollar AS per saham pada kuartal kedua, dibandingkan perkiraan konsensus analis yang hanya 1,72 dollar AS per saham.

Pendapatan jatuh jauh dari harapan, harapannya yakni 13.23 miliar dollar AS versus 13.36 miliar dollar AS seperti yang diungkapkan analis yang disurvei oleh Thomson Reuters. (Putri Syifa Nurfadilah)

Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved