Breaking News:

Perempuan 18 Tahun Divonis Penjara Seumur Hidup Karena Terbukti Lakukan Ini

Safaa Boular (18) menjadi perempuan paling muda yang dijatuhi hukuman penjara terkait tindak pidana terorisme

Editor: Edy Yusmanto
thinkstock
Ilustrasi borgol 

Mereka lalu berencana menikah dan bagaimana cara Safaa mengenakan sabuk bom bunuh diri lalu melakukan aksinya.

Namun, harapan Safaa untuk menikah dengan Naweed buyar setelah pada Agustus 2016 dia dicegah di bandara dan paspornya disita.

Gagal berangkat ke Suriah, Safaa memutuskan untuk melakukan aksinya di Inggris.

Untuk membahas dan merencanakan aksi itu Safaa menggunakan bahasa sandi seperi "nanas" untuk granat dengan kontak-kontaknya di dunia maya.

Tanpa sepengetahuan Safaa kontak yang diyakininya adalah anggota ISIS itu ternyata adalah agen intelijen Inggris yang menyamar.

Di sisi lain, Naweed Hussain tewas dalam sebuah serangan drone di Suriah.

Saat Safaa didakwa merencanakan aksi terorisme pada April 2017, dia melempar tanggung jawab itu kepada kakaknya Rizlaine dan ibu mereka, Mina Dich.

Berdasarkan penyadapan kepolisian ketiga perempuan ini membicarakan pesta minum teh Alice in Wonderland yang dianggap jaksa adalah bahasa kode untuk merencanakan serangan.

Rizlaine dan Mina Dich ditangkap setelah dibuntuti polisi mengunjungi sebuah lokasi di sekitar Westminster untuk membeli sejumlah pisau.

Keduanya kemudian mengaku bersalah atas dakwaan yang dijeratkan tetapi Safaa membantah terlibat dalam rencana tersebut.

Seorang perwira polisi anti-terorisme Dean Haydon mengatakan, ini adalah kasus terorisme pertama yang melibatkan satu keluarga yang seluruhnya perempuan.

"Ketiga perempuan itu dipenuhi kebencian dan amat bertekad melakukan serangan.

Jika mereka berhasil, maka sejumlah orang akan tewas atau terluka," kata Dean.

Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved