Ini Cara Terbaik Mengolah Daging Kurban Berdasarkan Bagian Tubuhnya

Daging kambing dan domba memiliki aroma khas yang kurang sedap. Jika salah mengolahnya aroma khas tersebut

VIA Intisari online
Ilustrasi daging dan lainnya 

POSBELITUNG.CO – Masih dalam suasana Idul Adha, karena banyak kambing atau sapi kurban yang baru dipotong keesokan harinya setelah salat Id, kami berikan beberapa tips agar olahan daging lebih lezat seperti yang diambil dari Tabloid NOVA edisi September 2016.

Sebenarnya, asal benar mengolahnya, semua jenis dan bagian daging dapat menjadi hidangan lezat.

Berikut ini beberapa ciri dari daging  yang biasanya menjadi kurban saat Hari Raya Idul Adha.

Daging sapi

Daging sapi yang segar memiliki tekstur yang terasa kenyal. Tekanlah sedikit daging tersebut, jika kembali ke posisi semula berarti daging tersebut masih baru dan segar.

Berwarna merah dan segar, selain itu warna daging juga tidak pucat dan tidak kotor. Beraroma khas sapi yang segar.

Daging kambing

Memiliki tekstur yang keras dengan serat yang tampak jelas, dagingnya cenderung kering, dan sangat sedikit mengandung lemak. Untuk aroma, daging kambing cenderung mengeluarkan aroma khas yang tajam.

Daging domba

Memiliki tekstur yang lebih kenyal, daging yang lebih tebal, dengan serat daging yang tipis, dan berlemak. Daging domba aromanya tidak tajam.

Ini bagian lezat dari daging tersebut.

Sapi

Beberapa bagian daging sapi serta sajian yang cocok untuknya adalah:

  • Sandung Lamur (Brisket)

Bagian daging sapi ini mengandung banyak lemak, jadi cocok untuk diolah dalam sajian seperti rawon, soto, atau sup.

  • Has Luar (Sirloin)

Lemak pada bagian daging ini terdapat pada bagian luar. Bagian daging sapi ini cocok untuk dimasak pada sajian tumisan.

  • Has Dalam (Tenderloin)

Bagian daging sapi ini sangat lembut dan cepat masak, sehingga cocok untuk sajian bistik atau tumisan.

  • Gandik

Daging gandik sangat keras dan tidak mudah hancur, sehingga lebih cocok untuk sajian yang membutuhkan waktu lama untuk matang, misalnya rendang.

  • Tetelan

Daging tetelan adalah sisa daging yang melekat pada tulang sapi. Biasanya tetelan digunakan untuk membuat kaldu atau tumisan.

//
  • Sengkel

Daging sengkel mengandung banyak urat dan cocok dipakai untuk sajian gulai, soto, atau empal.

  • Kaki Sapi

Bagian kaki sapi biasanya paling sering dibuat menjadi kuah soto atau sajian lain yang membutuhkan waktu masak yang lama. Karena bisa menghasilkan kaldu yang lezat.

  • Daging Giling (Cincang)

Daging cincang biasanya diambil dari berbagai bagian sapi yang berbeda. Daging cincang bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, misalnya untuk sajian satai Pentul atau burger.

Kambing dan Domba

Sebelum mengolah kambing dan domba, pahami dulu karakteristik tiap bagian-bagiannya dengan tepat. Karena setiap bagian dari kambing dan domba berbeda penanganan dan pengolahannya.

  • Kepala

Bagian ini yang dapat dinikmati hanya bagian yang lunak seperti kulit, otak, telinga dan bagian lunak yang lain. Sebelum diolah, bakar kepala hingga bulu halusnya hilang. Bagian kepala sering diolah menjadi gulai dan sop.

  • Daging

Ada dua bagian daging yang lezat diolah, yaitu has luar (sirloin) dan has dalam (tenderloin). Has luar memiliki tekstur empuk dan sedikit mengandung lemak, cocok diolah steak dan satai.

Sedangkan has dalam adalah bagian terbaik dari kambing dan domba, karena bagian ini sangat empuk, sehingga dapat diolah dalam waktu singkat, cocok dimasak steak, tongseng, dan satai.

  • Kaki

Kaki terbagi menjadi dua bagian, yaitu kaki depan dan kaki belakang. Kaki depan lebih keras karena memiliki lebih banyak otot. Oleh karena itu, daging pada kaki bagian depan ini sangat cocok diolah menjadi semur, kari, dan sop atau masakan lain yang memerlukan waktu lama dalam pengolahannya.

Kaki belakang atau sengkel memiliki tekstur yang lebih empuk dibandingkan kaki depan. Cocok  diolah menjadi hindangan serba panggang.

  • Iga

Cocok diolah dengan cara dipanggang atau dibakar, dapat pula dibuat sop. Karena daging bagian ini sangat empuk dan sedikit  berlemak.

  • Jeroan

Kandungan lemak pada jeroan sangat banyak. Untuk menguranginya rebus jeroan bersama rempah berulang kali. Buang air rebusan karena banyak mengandung lemak dan kotoran.

Ini tips mengolah daging dengan benar

Daging kambing dan domba memiliki aroma khas yang kurang sedap. Jika salah mengolahnya aroma khas tersebut akan semakin tajam. Perhatikan beberapa tips berikut untuk mengurangi aroma prengus kambing dan domba.

  • Jauhkan daging kambing dari air, karena itu jangan mencuci daging kambing. Jika ada kotoran sebaiknya dibersihkan dengan cara mengerik kotoran dengan pisau.
  • Untuk mengurangi aroma prengus, lumuri daging dengan jeruk nipis atau cuka. Atau rebus daging dengan berbagai rempah dengan aroma tajam, seperti daun salam, jahe, daun jeruk, serai, kayu manis, dan cengkih.
  • Lumuri daging dengan parutan nanas muda atau bungkus daging dengan daun pepaya. Dengan cara ini daging kambing tidak perlu waktu lama saat diolah. Namun jangan terlalu lama merendam daging dalam parutan nanas muda, karena daging akan hancur.
  • Buang air rebusan pertama karena banyak mengandung lemak dan kotoran. Jika tetap digunakan akan mengubah rasa dan aroma masakan.

Nah, selamat memasak daging. (Dahrani Putri)

//
Sumber: Intisari
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved