Hasil Riset, Kebanyakan Barang Dirumah Jadi Pemicu Stres

Perbedaan selera dan kebutuhan itu, seringkali membuat rumah penuh dengan barang-barang yang susah dirapikan berakibat rumah kurang nyaman

Hasil Riset, Kebanyakan Barang Dirumah Jadi Pemicu Stres
valzhina
Ilustrasi rumah berantakan 

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap rumah memiliki kisah kehidupan yang ingin diceritakan. Semua bermula dari awal yang sama dimana setiap individu yang tinggal di dalamnya memiliki kebutuhan yang berbeda. 

Perbedaan selera dan kebutuhan itu, seringkali membuat rumah penuh dengan barang-barang yang susah dirapikan. Akibatnya, rumah pun kehilangan kenyamanannya dan menyebabkan penghuninya gampang stres.

Berangkat dari itu, peritel perabot rumah tangga IKEA meluncurkan katalog tahun 2019 untuk memberikan solusi bagaimana kehidupan di rumah dengan segala tantangan, ketegangan, kebutuhan hingga impian-impian yang ada dapat diatasi.

Dalam katalog, kita bisa menemukan berbagai inspirasi penataan yang dihadirkan pada tujuh fitur rumah yang ditampilkan di dalamnya.

Inspirasi tersebut merupakan solusi dari hasil riset IKEA mengenai kebutuhan orang di seluruh dunia dan impian-impian mereka terhadap rumah mereka.

Hasil riset menunjukkan, memiliki “barang yang terlalu banyak” merupakan salah satu penyebab stres di rumah.

Di Indonesia, sebanyak 29 persen orang beranggapan bahwa masyarakat mendorong kita untuk hidup secara lebih minimalis.

Sementara  60 persen keluarga yang tinggal bersama anaknya mengatakan bahwa penyebab utama argumentasi di rumah diakibatkan oleh barang yang berserakan.

Bahkan ketegangan persepsi antara menyimpan banyak barang versus pola minimalis sering ditemukan di banyak rumah tangga. 

Dua dari tujuh rumah contoh yang dihadirkan di Katalog IKEA mengeksplorasi kedua jenis tantangan tersebut. 

Katalog IKEA 2019IKEA Katalog IKEA 2019

Eliza Fazia, Country Marketing Manager IKEA Indonesia mengungkapkan, salah satu dari rumah yang ditampilkan berfokus pada bagaimana cara mengatur beragam aktivitas dan menyimpan barang-barang kecil kesayangan sehingga dapat menyampaikan sebuah cerita  dari sang pemilik rumah. 

“Sementara rumah lainnya berkonsep minimalis, namun tetap menghadirkan kenyamanan, ketenangan dan keharmonisan meski berada di tengah-tengah hiruk pikuk lingkungan kota,” ungkap Eliza dalam keterangan pers kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Katalog IKEA 2019 menggambarkan bagaimana kebutuhan dan gaya hidup yang berbeda di setiap rumah diakomodir melalui inspirasi penataan ruang dan pilihan produk yang dapat membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik.

Katalog IKEA dapat diakses secara elektronik (e-catalogue) atau melalui di www.IKEA.co.id.

//
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved