Breaking News:

LIPSUS: Psikolog: Penghapusan Kendaraan Dinas di Babel Tak Pengaruhi Kinerja

Sebenarnya secara teori tidak akan berpengaruh terhadap penurunan kinerja yang signifikan para kepala dinas.

Editor: Khamelia
BANGKA POS/RESHA JUHARI
KENDARAAN DINAS - Seorang aparatur sipil negara (ASN) melintas melewati kendaraan dinas yang terparkir di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (28/8). 

POSBELITUNG.CO - Psikolog, Silmika Wijayanti mengatakan secara teori Maslow, dikatakan bahwa manusia memiliki tahapan kebutuhan dari yang terendah sampai yang paling tinggi.

Ketika tahapan-tahapan kebutuhan yang paling bawah terus ke atas dapat terpenuhi semua, sehingga akan mencapai kebutuhan level atas yakni aktualisasi diri.

Baca: LIPSUS: Pemprov Babel Butuh Rp 35 M untuk Perawatan dan BBM Kendaraan Dinas

Baca: LIPSUS: Penghapusan Kendaraaan Dinas Meminimalisir Kerugian Negara

Pada dasarnya orang-orang yang di level atas suatu jabatan seperti kepala dinas biasanya kebutuhan-kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi dan biasanya sudah berada di level aktualisasi diri, yaitu bekerja sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin.

Individu yang berada di jajaran jabatan tertentu untuk menjadi pelayan masyarakat biasanya mereka sudah berada ditahap pemikiran dan perilaku yang mementingkan pekerjaan sebagai pelayan masyarakat.
Level kebutuhan manusia paling rendah adalah kebutuhan sandang,pangan dan papan. Kemudian naik lagi ke level kebutuhan kasih sayang, self esteem dan seterusnya.

Ketika kita kaitkan dengan permasalahn wacana pergantian penghapusan kendaraan jabatan, diganti dengan tunjangan transportasi, maka sebenarnya enggak akan berpengaruh terhadap turunnya kinerja," ujarnya.

Sebenarnya secara teori tidak akan berpengaruh terhadap penurunan kinerja yang signifikan para kepala dinas.

Sebenarnya gaji dan tunjangan kepala dinas sudah tertakar seberapa banyak. Jadi ketikapun beli mobil sudah tertakar mampunya seberapa. Tanpa dibuat peraturan sudah tertakar kemampuan kepala dinas untuk membeli mobil, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan sosial.

Untuk penggunaan sopir, ini tidak semua kendaraan dinas menggunakan sopir. Perjalanan jauh juga biasanya tidak setiap hari dan biasanya akan ditemani staf yang berkaitan. (o2)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved