Pelaku Usaha di Belitung Bingung Lamanya Mengurus Sertifikat Halal, Ini Jawaban LPPOM MUI

Pemberian sertifikat halal pada pemilik usaha makan di Belitung baru-baru ini dinilai beberapa pihak sangat cepat.

Pelaku Usaha di Belitung Bingung Lamanya Mengurus Sertifikat Halal, Ini Jawaban LPPOM MUI
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Suasana diskusi pelaku usaha pada Selasa (11/9/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemberian sertifikat halal pada pemilik usaha makan di Belitung baru-baru ini dinilai beberapa pihak sangat cepat. Sehingga pihak-pihak tersebut melakukan diskusi pada Senin (10/9/2018) melihat ketidakadilan yang mereka rasakan dengan adanya hal tersebut.

Mengurus sertifikat halal, jadi pengalaman pahit bagi pemilik usaha kuliner Syahrial. Pengurusan sertifikat pada 2016 lalu dilakukannya dengan harapan dapat mendukung pemerintah dalam mewujudkan sertifikat halal tak berjalan mulus.

Saat itu, demi mengurus sertifikasi tiga usaha kuliner miliknya ia harus mengeluarkan biaya hingga Rp 14.800.000 diawal pengajuan hingga akhirnya diaudit Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Bangka Belitung.

"Karena proses memasak di tempat kami dilakukan malam, mulai lah dilakukan audit. Dilanjutkan pagi hingga siang hari," katanya saat pertemuan pelaku usaha pada Senin (10/9/2018).

Usai dilakukan audit, berbulan-bulan ia tak mendapat kabar hasil audit ketiga usaha miliknya. Tak kunjung mendapat kabar, ia pun meminta bantuan seorang kepala dinas menanyakan hal tersebut ke pihak terkait. Tak mendapatkan jawaban, Syahrial mengaku sempat pasrah.

"Sebenarnya dari awal kami pun sudah menggunakan bahan-bahan yang baik dan halal untuk produksi, tapi ini prosesnya sudah berjalan dan uang belasan juta pun sudah diserahkan," tuturnya.

Berbulan kemudian ia pun menanyakan lagi ke Dinas KUMKM, Tenaga Kerja dan Perdagangan. Selanjutnya pihak dinas terkait menanyakan kepengurusan halal miliknya ke pihak LPPOM.

"Ketika ditanyakan, dibilang data saya tidak termasuk dalam pengurus sertifikat halal, saya kaget kok bisa," katanya.

Namun tiba-tiba dua pekan usai kejadian tersebut ia dihubungi lantaran sertifikat halal yang diurusnya sudah selesai.

Halaman
123
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved