Prabowo Subianto Janji Pulangkan Habib Rizieq Shihab Jika Dirinya Menang dan Jadi Presiden

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) sempat mengaku kecewa dengan tidak dipilihnya rekomendasi yang mereka berikan sebagai

Prabowo Subianto Janji Pulangkan Habib Rizieq Shihab Jika Dirinya Menang dan Jadi Presiden
Kolase TribunWow/ twitter @fadlizon
Habib Rizieq Shihab (kiri) - Prabowo Subianto dan Ketua GNPF setelah menandatangani pakta integritas (kanan) 

POSBELITUNG.CO - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) sempat mengaku kecewa dengan tidak dipilihnya rekomendasi yang mereka berikan sebagai pendamping Prabowo Subianto.

Mereka pun menggadang-gadang tidak akan mendukung Prabowo Subianto yang lebih memilih Sandiaga Uno.

Namun Rizieq Shihab, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) yang masih bertahan di Arab Saudi menyampaikan seruan untuk mempertegas siapa yang mereka pilih.

"Ayo kita menangkan mereka, pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno," kata Rizieq melalui rekaman suara yang diputar pada pertemuan kedua GNPF di Grand Cempaka Hotel, Jakarta, Minggu (16/9/2018).

Rizieq Shihab menyerukan kepada para tokoh dan umat Islam di Indonesia untuk bekerja keras dan memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilu 2019.

Ia mengajak umat Islam untuk bersama-sama membuat baliho, stiker, topi, spanduk, bendera dan aneka alat kampanye lainnya secara mandiri dan tanpa pamrih.

Masyarakat Islam juga diharapkan bisa memberikan dukungan logistik secara mandiri.

"Ayo para ulama dan para dai jadikan pesantren dan majelis kita semua untuk memenangkan umat dan rakyat, bangsa Indonesia," katanya.

Di sisi lain, Rizieq juga mengingatkan agar umat Islam menggunakan politik identitas yang bermartabat dalam mendukung Prabowo-Sandiaga. Artinya, politik identitas berdasarkan nilai-nilai keislaman dan konstitusi.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia juga tak lepas dari peranan politik identitas secara bermartabat oleh para pejuang kemerdekaan.

"Tatkala Bung Tomo meminta fatwa ulama dan menggerakkan santri dengan takbir melawan NICA di Surabaya juga dengan politik identitas," kata dia.

Halaman
1234
Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved