Breaking News:

Tragedi Carandiru, Saat 515 Peluru Memberondong Sudut Penjara

Penelitian menunjukkan bahwa banyak tahanan yang tidak berdaya dan sengaja dieksekusi di luar hukum

Editor: Edy Yusmanto
Learning History
Penjara Carandiru 

POSBELITUNG.CO - Pembantaian Carandiru terjadi pada hari Jumat, 2 Oktober 1992, di Penjara Carandiru, São Paulo, Brasil.

Pembantaian itu dipicu oleh pemberontakan tahanan.

Konflik terjadi antara 2.069 tahanan melawan 15 penjaga dan mendorong para penjaga untuk segera kehilangan kendali atas tahanan.

Sekitar jam 2.15 siang, direktur penjara, Dr. Jose Ismael Pedrosa, memberi tahu polisi militer setempat Polícia Militar untuk meredam pemberontakan itu.

Penjara Carandiru
Learning History
Penjara Carandiru

Sesampainya di lokasi, para tahanan kemudian dilucuti, dikunci di sel-sel mereka dan ditembak.

Akhirnya, ada 111 tahanan mati dan 37 lainnya luka-luka.

Bukti juga mengatakan ditemukannya 515 peluru ditemukan di tahanan.

Sebagian besar luka tembak ditemukan di wajah, kepala, tenggorokan, dan dada.

Polisi juga dilaporkan membunuh para saksi, tahanan yang terluka, dan bahkan mereka yang dipaksa untuk memindahkan mayat.

Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa banyak tahanan yang tidak berdaya dan sengaja dieksekusi di luar hukum.

Akibatnya negara ini mengalami shock besar karena pembantaian itu.

//

Kasus ini dibawa ke hadapan Komisi antar-Amerika oleh Pusat Keadilan dan Hukum Internasional (CEJIL), Komisi Teotônio Vilela untuk Hak Asasi Manusia, dan Human Rights Watch, dan pada tahun 2000, delapan tahun setelah pembantaian, mereka mengutuk Brasil karena itu.

Penjara Carandiru
Learning History
Penjara Carandiru

Setelah bertahun-tahun tekanan nasional dan internasional, penjara dihancurkan pada tanggal 9 Desember 2002, bekas kompleks telah diubah menjadi taman.

Pembantaian Carandiru juga telah memicu diskusi, baik di Brasil maupun di dunia internasional tentang sistem penjara Brasil.

Pada tahun 2017, New York Times menerbitkan artikel berjudul “Sistem Penjara Mematikan Brasil.”

Kelompok hak asasi manusia seperti Human Rights Watch juga telah mendokumentasikan statistik kekerasan yang dilakukan oleh para polisi.

Pada April 2013, 23 polisi yang terlibat dalam pembantaian dijatuhi hukuman 156 tahun penjara masing-masing atas pembunuhan 13 narapidana.

Pada bulan Agustus 2013, 25 polisi lainnya yang terlibat dalam pembantaian dijatuhi hukuman masing-masing 624 tahun atas kematian 52 narapidana.

Pada bulan April 2014, 15 polisi lainnya dijatuhi hukuman 48 tahun.

Sejak pembantaian Carandiru, pemerintah federal Brasil telah mengeluarkan undang-undang baru untuk mereformasi sistem penjara. (*)

//
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved