Breaking News:

Bumdes Sedulang Jaya Belitung Timur Raup Untung Rp 30 juta Perbulan

Badan usaha milik desa (Bumdes) Sedulang Jaya, dusun harapan Jaya, Desa lalang Jaya, Manggar kabupaten Belitung Timur (Beltim)

Pos belitung/Suharli
Bumdes Sedulang Jaya, dusun harapan Jaya, Desa lalang Jaya, Manggar. ketua Bumdes Ahmad (batik biru) bersama anggota Bumdes menunjukan hasil produksi peternakan ayam petelur milik Bumdes Sedulang Jaya. kamis (27/9/2018) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

POSBELITUNG.CO,BELITUNG TIMUR - Badan usaha milik desa (Bumdes) Sedulang Jaya, dusun harapan Jaya, Desa lalang Jaya, Manggar Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berhasil memanfaatkan peluang bisnis ayam petelur, hingga meraup untung bersih Rp 30 juta perbulan, dari hasil peternakan ayam petelur yang di kelolanya.

Ketua Bumdes Sedulang Jaya Ahmad mengatakan Bumdes sudah berdiri sejak Oktober 2016, awalnya Bumdes Sedulang Jaya bergerak dibidang perdagangan yakni berjulan beras, yang berkerja sama dengan Bulog.

"Ditahun 2018 kami mencoba bergerak dibidang peternakan ayam petelur, dan aktifnya bulan 6," kata Ahmad kepada posbelitung, saat ditemui distand pameran, dalam acara Bursa Inovasi Desa Beltim 2018 Kamis (27/9/2018).

Jumlah ayam petelur yang dimiliki Bumdes Sedulang Jaya sebanyak 2.160 ekor, dimana produksi telur ayam sendiri perhari mencapai 1900 butir telur.

"Untuk pemasaran kami prioritaskan untuk masyarakat desa Lalang Jaya, dan diluar desa itu dijual ke toko-toko," kata Ahmad.

Ahmad sendiri mengaku untuk menyuplai telur langsung ke pasar tradisional masih mengalami kendala karena untuk kebutuhan di pasar masih membutuhkan produksi yang lebih banyak lagi.

"Karena kalu di jumlah 1900-2000 butir itu cuman 13 ikat, jadi kami tidak bisa kami drop kepasar, karena dipasar permintaannya pasti lebih banyak lagi," jelas Ahmad.

Bumdes Sedulang Jaya menargetkan pada tahun 2019 nanti, akan mengembangjan jumlah ayam petelur menjadi sekitar 7000 ekor.
"Jadi untuk kebutuhan telur kususnya di kecamatan Manggar bisa terpenuhi, agar tidak mendatangkan telur dari luar lagi," katanya.

Ahmad menjelaskan memilih mengelot ayam petelur bukan tanpa alasan, Ia melihat potensi Pasar yang ada di Belitung Timur masih kekurangan stok telur, dari harga telur pun sempat melambung tinggi sampai harga Rp 1900-2500 perbutir dipasaran.
"Jadi selama ini, masih mengandalkan suplai telur dari luar, sedangkan pelaku pebisnis telur di Beltim sangat sedikit, dan kebutuhan telur di Beltim cukup tinggi, jadi kami berinisiatif mengembangkan ayam petelur ini," beber Ahmad.

Halaman
12
Penulis: Suharli
Editor: Evan Saputra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved